Disetujui, Draf Resolusi Kori Washington Ingin Pembatasan Akses Bank Korut

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Jumat, 26 Februari 2016  | 14:30 WIB

NEW YORK, KAMIS -Lewat proses negosiasi selama tujuh pekan, Amerika Serikat dan Tiongkok akhirnya menyetujui draf resolusi atas Korea Utara Draf dikirim kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Kamis (25/2).

Persetujuan dari dua peme-gang hak veto di Dewan Keamanan (DK) PBB ini diharap-kan segera akan dibahas dalam waktu dekat

Sumber diplomat di DK PBB mengatakan, saat negosiasi. terdapat sejumlah poin j'ang meng-hambat AS dan Tiongkok ber-sepakat. Tiongkok sejak awal me-nekankan jalur negosiasi dan langkah lebih lunak di PBB. Se-mentara Washington mendesak sanksi keras terhadap Pyongyang atas peluncuran roket-roketnya, 6 FebruarL

Kendala terbesar dalam pem-buatan draf, kata sumber diplomat, adalah sikap keras kepala Washington yang menolak untuk duduk bersama dengan Korut sampai negara itu me-. kikukan denuklirisasi. Washington di sLsi 'lain mendesak Tiongkok agar mengubah peri-laku mitra dagangnya menjadi lebih baik.

Beijing merupakan mitra dagang terbesar Pyongyang. Dengan banyaknya tekanan, Tiongkok khawatir bisa memicu kejatuhan rezim, menciptakan krisis. kemanusiaan di perbatas-an, dan menghapus penyangga tentara AS yang kini ditempatkan di Korea Selatan. ’’Banyak ke-majuan yang dihasilkan untuk resolusi dan kami berharap akan ada penerapan dalam beberapa
hari mendatang,” kata sumber diplomat tadi.

Dalam pertemuan antara Pe-nasihat Keamanan Nasional AS Susan Rice dan Menteri Luar Negeri Wang Yi, Rabu, kata juru bicara Ned Price, disepakati respons keras terhadap provokasi Korut, termasuk melalui resolusi DK PBR "Mereka sepakat tidak nienerima Korut sebagai negara senjata nuklir,” lanjut juru bicara Penasihat Keamanan Nasional AS dalam pemyataannya.

Untuk menggambaikan pen-tingnya pertemuan, Price me-nambahkan, bahkan Presiden Barack Obama ikut hadir dalain pertemuan antara Rice dan Yi. ”Hal ini menggarisbawahi kepen-tingannya dalam membangun hubungan jangka panjang, konstruktif, dan produktif,” kata Price.

Draf resolusi antara lain berisi
pennintaan membuat daftar hi-tam terhadap orang dan perusahaan, kata sumber diplomat. Kementerian Energi Atom dan Dinas Pengembangan Antariksa Nasional Korat yang bertanggung jawab atas peluncuran roket termasuk salah satu yang masuk dalam daftar hitam.

Menurut kantor berita Yonhap, sebelumnya Biro Raha-siaPengintaitelah dijatuhisanksi oleh AS terkait dengan penye-rangan siber terhadap Sony Pictures. Dalam draf, lembaga tier-sebut merupakan satu di antara yang diusulkan dimasukkan dalam daftar hitam.

Menurut sumber diplomat. Barat, Washington mendesak Beijing menyetujui draf tentang penutupan akses pelabuhan intemasional bagi Korut. Demi-kian juga AS meminta di-
berikannya sanksi pembatasan akses terhadap sistem keuangan intemasional.

Sejak 2006

DK PBB telah menjatuhkan empat rangkaian sanksi terhadap Korut sejak negara ini untuk per-tama kalinya melakvikan uji coba perangkat atom pada 2006. Ada 20 perusahaan dan 12 perorang-an yang masuk dalam daftar hitam PBB dengan akibat berupa pembekuan aset dan larangan melakukan perjalaxan intema-sionaL

Namun, panel ahli PBB mengatakan, sanks-sanksi ter-sebut temyata telal gagal men-cegah Pyongyang rneningkatkan program nuklir dan rudal balistik jarak jauh. Panel mengatakan, ’’Tidak ada indikasi negara itu bemiat menghentiian program rudal balistik.”
Lebih lanjut, menurut laporan rahasia, para ahli mengemuka-kan, ada sejumlah pertanyaan se-rius tentang keampuhan rezim sanksi PBB saat ini.

Belum diketahui reaksi Pyongyang atas kabar ini Ketika dunia mengecam tindakannya melun-curkan roket, pemimpin negara komunis itu, Kim Jong Un, malah seperti tak peduli. Pertengahan bulan ini, Jong Un mengeluarkan pernyataan bahwa dia masih ber-ambisi meluncurkan roket lebih banyak lagi

Hal ini disampaikannya dalam sebuah pesta merayakan keber-hasilan peluncuran roket pem-bawa satelit yang mereka lakukan pada 7 Februari. Pemimpin muda negara komunis tersebut meminta kepada para ilmuwan ahli roket agar terus bekeija keras me-wujudkan ambisi tersebut.

(AFP/REUTERS/RET)