KPK Dalami Peran La Nyalla

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : Cahya Mulyana | Rabu, 22 Juni 2016  | 14:21 WIB

Perusahaan La Nyalla ditengarai tidak melaksanakan proyek. Tender Rp 100 miliar diduga pembayaran jatah p re man kepada La Nyalla.

DUA kasus yang men-jerat Ketua Umum Persatuan Repak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Mat-taliti bisa bertambah, Komisi Pemberantasan Korupsi men-duga La Nyalla terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan di RS Universitas Airlangga.

Kemarin, KPK mulai memeriksa La Nyalla di Kejaksaan Agung sebagai saksi untuk Leisangka montan rektor Universitas Airlangga Fasi-chul Lisan.

“Keterangannya dibutuh-kan terkait dengan pengadaan pembangunan RS Unair, juga verifikasi dan konfirmasi terhadap barang bukti yang disita dari kantor perusahaan yang terafili-asi dengan yang bersangkut-an,” terang Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan

KPK Friharsa Nugraha, saat

dihubungi, kemarin.
Diketahui, KPK pada 29 Maret telah menggeledah kantor PT Pembangunan Perumahan yang menangani proyek itu. Keterkaitan La Nyalla pun terungkap, karena PT PP melakukan joint operation dalam menangani proyek itu dengan PT Air-Uangga Tama Nusantara Sakti yang komisaris uta-manya ialah istri La Nyalla, Muchmudah.

"Barang sitaannya berupa dokumen. Untuk pemerik-saan, detailnya tidak bisa di-sampaikan. Yang jolas poeisi La Nyalla diduga memiliki kaitan dengan perkara (yang menelan anggaran Rp550 miliar)," katanya.

Berdasarkan penelusuran, PT PP diduga melakukan joint operation fiktif dengan PT Airlangga Tama Nusantara Sakti. Joint operation antarkedua perusahaan itu tidak sesuai aturan dalam pelaksaannya. Penyimpang-an itu terbongkar karena ke-terangan manian Bendahara
Umum Partai Demokrat M Nazaruddin yang menycbut itu hanya sebagai bentuk jatah preman.

“Diduga, JO (joint operation) ini sebenarnya tidak di-laksanakan, sebab ini hanya sebagai bentuk bayar jatah preman kepada La Nyalla, karena dilakukan di Jawa Timur. Maka supaya rapi, diserahkanlah jatah preman sekitar RplOO miliar melalui joint operation melalui perushaan milik La Nyalla, yaitu PT Airlangga Tama Nu-eantara Sakti," tutur sumlw Media Indonesia.

Sinergi

Saat diperiksa, La Nyalla yang mengenakan kemeja putih enggan berkomentar banyak. Ia pun mengaku lupa tentang sejumlah materi pertanyaan yang disodorkan penyidik KPK.

“Banyak (pertanyaan) dan enggak ada apa-apa. Enggak aHn ynng saya ketahui jelas. Soal itu tidak ada masalah (dc-
ngan La Nyalla),” terang dia.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Arminsyah menuturkan pe-meriksaan tersebut merupa-kan tindak lanjut dari koordi-nasi antara KPK dan Kejaksaan Agung, sehari sebelumnya.

"Pemeriksaan La Nyalla dilakukan KPK di Gedung Bundar (Pidana Khusus Kejaksaan Agung). Kalau tidak salah menyangkut kasus alat kesehatan,” ujar Arminsyah singkat.

Pemeriksaan tersebut, im-huh Arminsyah. sengaja dilakukan di kejaksaan, karena La Nyalla telah mendekam di Rutan Kejaksaan Agung pascapenetapan tersangka oleh Kejati Jawa Timur. La Nyalla tersandung dugaan kasus tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait dana hibah Pemprov Jatim ke Kamar Dagaijg dan Industri (Kadin) Jatim. (Gol/P-4)