Presiden Perintahkan Kapo Berantas Mafia Hukum

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : Rudy Polycarpus |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Kamis, 14 Juli 2016  | 14:02 WIB

Segudang pekerjaan di pundak Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapoiri. Dia sudah merancang reformasi institusi kepolisian dari hulu hingga ke hilir.

PRESIDEN Joko Wido-do menekankan pen-tingnya Kapoiri Jenderal Tito Karnavian menumbuhkan kembali keper-cayaan masyarakat terhadap kepolisian sebagai penegak hukum dan pengawal keadilan.

Oleh karena itu, Kepala Negara meminta mantan Kepala Badan Nasional Penanggulang-an Terorisme tersebut sung-guh-sungguh memberantas segala bentuk dan praktik mafia hukum di institusi kepolisian.

Jokowi menyampaikan ke-inginannya tersebut seusaime-lantik dan mengambil sumpph Tito Karnavian menjadi Kapoiri menggantikan Jenderal Ba-dodrin Haiti di Istana Negara Jakarta, kemarin.

“Berantas tegas praktik mafia hukum. Masyarakat harus mendapatkan kepastian hukum dan rasa keadilan. Per-kuat profesionalisme dalam penegakan hukum. Reformasi (Polri) harus menyeluruh dari hulu ke hilir. Mulai rekrutmen sampai pelayanan masyarakat. Mulai peruDahan mental sampai perilaku setiap anggota

Polri,” kata Presiden.

Reformasi kepolisian, lanjut Presiden, harus tecermin pada kualitas pelayanan sehingga masyarakat merasa prosedur lebih mudah,sederhana, bebas pungutan, dan jelas.

Fokus kedua yang menjadi pekerjaan rumah bagi Tito ialah menjaga soliditas Polri. Dengan menjaga kekompak-an, jelas Jokowi, Polri bakal memiliki fondasi kuat dalam menjalankan tugas. Presiden juga meminta Tito menerus-kan langkah penangkalan, pencegahan, dan deteksi dini untuk mencegah munculnya ancaman terorisme.

Seusai upacara pelantikan yang dihadiri Wapres Jusuf Kalla, para menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, dan Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri, kepada para wartawan Tito menegaskan
dua arahan Presiden tersebut menjadi prioritas utama diri-nya selama menjabat Kapoiri.

Wajib LHKPN

Menurut Tito, kepolisian kelak harus bertransformasi sesuai dengan keinginan masyarakat. Untuk menekan budaya korupsi, misalnya. dia akan menerapkan aturan yang mewajibkan personel Polri menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

“Secara perlahan karena saya tidak mau ada keguncang-an. Perilaku koruptif harus ditekan semaksimai mungkin, tetapi butuh waktu karena ini menyangkut kesejahteraan dan lain-lain,” ujar Tito.

Tcrkait dengan peningkatan kinerja pelayanan masyarakat, Polri akan memaksimalkan teknologi informatika untuk

menciptakan transparansi dan efisiensi. Untuk mencetak tunas baru berkualitas, Polri berencana membenahi sistem rekrutmen.
“Rekrutmen awal itu 70% menentukan kinerja. Kalau memilih orang tidak tepat, mereka bukan menjadi pelin-dung, tapi malah jadi peng-ganggu masyarakat. Rekrutmen yang baik, seleksi yang baik, pendidikan yang baik, kurikulum yang baik, dan juga budaya nonkoruptif kami kem-bangkan termasuk mengirim polisi muda ke luar negeri. Kami ingin mempercepat rege-nerasi karena mereka nanti bukan hanya mendapat ilmu di negara yang indeks korupsinya rendah seperti di AS dan Ing-gris. Kami harap mereka juga membawa mindset nonkoruptif ke sini,” ungkap lulusan
terbaik Akpol 1987 tersebut.

Pengamat kepolisian Bam-bang Widodo Umar berkeyakinan Tito berani membenahi dan membersihkan kepolisian dari personel yang mencoreng nama baik korps baju cokelat tersebut.

“Kalau mau memberantas mafia hukum, harus membentuk tim khusus untuk melihat siapa yang suka bermain kasus. Mesti ada sistem yang me-mungkinkan warga melapor jika mengetahui siapa pun terlibat mafia hukum,” tutur Bambang.

Selain membenahi Polri dari dalam, lanjut Bambang, langkah lain untuk memberantas mafia hukum ialah menjalin kerja sama dengan KPK dan kejaksaan.

Menurut rencana, Tito akan menyampaikan 10 program kerja hingga 2019 kepada selu-ruh jajaran Polri Jumat (15/7). (Beo/Ant/DW/X-4)

rudy@mediaidonesia.com