SEMESTER 1-2016 Produksi Migas Pertamina Naik 25%

Media : INVESTOR DAILY | Wartawan : Retno Ayuningtyas |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Kamis, 14 Juli 2016  | 14:14 WIB

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan produksi minyak dan gas sampai Juni lalu tercatat mencapai 654 ribu barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Realisasi produksi ini naik 25% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 520 ribu boepd.

Senior Vice President Strategic Planning and Operation Evaluation Pertamina Meidawati menuturkan, sampia Juni lalu, produksi minyak perseroan tercatat sebesar 311 ribu barel per hari (bph)'. Realisasi ini naik 22,44% dari produksi minyak pada Januari-Juni 2015 yang sebesar 254 ribu bph. Sementara untuk realisasi produksi gas tercatat mencapai 1.983 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd) atau naik 28,59% dari Januari-Juni tahun lalu yang sebesar 1.542 mmscfd.

“Untuk total produksi migas tercatat 654 ribu boepd, lebih bari dari Januari-Juni 2015 yang sebesar 520 ribu boepd,” kata dia dalam pesan singkatnya kepada Investor Daily, Rabu (13/7).

Menurut Meidawati, kenaikan produksi ini salah satunya dari blok-blok migas perseroan di luar negeri. Pertamina memiliki blok migas yang telah berproduksi di tiga negara. Rincinya. Blok West Qurna I di Irak, Blok MNI, EMK, dan Ourhood di Al-jazair, serta Blok K, Blok H, Blok P, SK 309, SK 311, dan SK314A di Malaysia.

“Kenaikan produksi minyak dari Irak dan Aljazair. Sementara kenaikan produksi gas dari Aljazair dan Malaysia,” jelasnya.

Sebelumnya, produksi migas dari blok di luar negeri yang dimiliki Pertamina ditargetkan menapai 104 ribu boepd pada tahun ini. Untuk itu,
Pertamina bakal menaikkan produksi minyak di Irak sebesar 2.500 bph menjadi 36 ribu bph dan Aljazair sebesar 1.500 bph menjadi 22,5 ribu bph. Sementara produksi gas akan dijaga tetap sama seperti tahun ini sekitar 208 mmscfd.

Di Aljazir, Pertamina berencana mengucurkan US$ 80-100 juta pada tahun ini untuk membor tiga sumur pengembangan. Di Irak, perusahaan bakal menggelontorkan biaya operasi US$ 100 juta untuk kerja ulang 16-20 sumur. Di Malaysia, perseroan meren-canakan investasi US$ 200 juta untuk pemboran 16-17 sumur dan kerja ulang 20 sumur.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan target produksi migas tahun ini, realisasi sampai Juni lalu masih di bawah target. Produksi migas 654 ribu boepd setara dengan 99,24% dari target 659 ribu boepd. Selanjutnya, produksi minyak 311 ribu bph setara 95,39% dari target 326 ribu bph. Terakhir untuk realisasi produksi gas 1.983 mmscld justru lebih tinggi 2,95% dari target yang ditetapkan 1.926 mmscfd.

Untuk mengejar target tahun ini, Pertamina akan terus melakukan efisiensi dan memonitor seluruh keg-iatan opcrassi migas. Pada semester kedua ini, menurut Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, perseroan masih tetap akan mengandalkan blok West Qurna 1 di Irak untuk mfmopang produksi minyak. “Selain itu, kami tetap masih akan mengandalkan PEPC. (Pertamina RP Cepu) yang mengelola Blok Cepu.” ujarnya. Saat ini/ Blok Cepu telah mencapai puncak produksi 165 ribu bph.

Terkait apakah target produksi migas tahun ini bakal tercapai atau tidak, Syamsu menyebut sangat tergantung pada kinerja produksi blok migas yang digarap oleh PT Pertamina EP. Pasalnya, produksi minyak dari anak usaha ini turun cukup signifikan, ball kail Lidak menyentuh 100 ribu bph.

Proyek Onstream

Pada semester kedua ini, Pertamina merencanakan bakal ada beberapa proyek migas dan panas bumi yang mulai beroperasi. Salah satu proyek migas yang akan mulai produksi, tutur Syamsu, yakni Area Matindok. Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap penyelesaian fasilitas pengolahan gas (central processing plant).

“Matindok mungkin bisa operasi pada akhir tahun ini, untuk produksi gas,” ujarnya. Sementara untuk proyek minyak yang akan on stream yakni pengembangan Lapangan Pondok Makmur. Walaupun produksi minyak yang dihasilkan tidak terlalu besar.

Pertamina menargetkan produksi migasnya bisa digenjot hingga mencapai 1,9 juta. boepd pada 2025 dan 2,04 juta boepd pada 2030. Untuk itu, perseroan harus mendongkrak produksi migas sekarang ini agar naik 8% setiap tahunnya. Selain itu, Pertamina juga akan memperbanyak blok di luar negen melalui akuieiei.

Selain proyek migas, pada semester kedua ini bakal ada tiga proyek panas bumi Pertamina yang beroperasi. “Yakni PLTP Ulubelu Unit-3, Lahen-dong Unit-5,.dan Karaha Bodas,” kata Meidawati. Rincinya. PI .TP Ulubelu Unit-3 berkapasitas 55 MW akan mulai on stream padst Juli, I ahendong Unit-5 20 MW pada September, serta Karaha Bodas 30 MW.