Pembangunan Smelter Freeport Stagnan

Media : INVESTOR DAILY | Wartawan : | Senin, 18 Juli 2016  | 13:33 WIB

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan ppmhanimnan fasilitas pemurnian mineral (smelter) PT Freeport Indonesia berjalan lamban. Pasalnya kucuran dana proyek senilai US$ 2,1 miliar terhenti lantaran belum ada kepastian usaha pasca kontrak karya berakhir pada 2021.

Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu mengatakan, sumber pendan-aan proyek smelter itu antara lain berasal dari pemegang saham Freeport McMoRan Inc. Saat ini, para pemegang saham itu menanti kepastian dari pemerintah terkait operasi tambang Freeport pasca 2021.

“Siapa yang mendanai (proyek smelter), mereka juga kan pinjam bank juga, dana publik juga,” kata Said di Jakarta, akhir pekan lalu.

Perpanjangan operasi tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Pada beleid itu disebutkan pengajuan permohonan perpanjangan operasi paling cepat diajukan dua tahun dan palinj? lambat enam bulan sebelum kontrak berakhir. Jika mengacu pada ketentuan tersebut, maka Freeport bisa mengajukan permohonan paling cepat pada 2019.

Kontrak Karya Freeport Indonesia yang ditandatangani pada 30 Desember 1991 juga memuat mengenai mekanisme perpanjangan kontrak. Dalam kontrak tersebut dinyatakan Freeport memiliki hak untuk memo-hon dua kali perpanjangan kontrak yang masing-masing selama 10 tahun. Permohonan itu dapat diajukan setiap saat dan pemerintah tidak akan mena-han atau menunda persetujuan secara tidak wajar.

PP 77/2014 bisa direvisi setelah perubahan Undang-Undang No 4 Tahun 2014 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara rampung. Revisi UU Minerba tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Said berharap kepastian sektor minerba
bisa segera diberikan. “Saya berharap betul ada kepastian,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Investor Daily, sebenarnya pemeriiilah audah mem beri sinyal kepastian bagi Freeport. Hal itu merujuk pada Surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said tertanggal 7 Oktober 2015 yang ditujukan kepada Chairman of the Board Freeport McMoRan Inc James R. Moffet. Salah satu poin surat tersebut menyatakan persetujuan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia akan diberikan setelah hasil penataan peraturan dan perundangan di bidang mineral dan batubara.

Freeport membangun smelter di Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas 2 juta ton konsentrat tembaga. Pro-gres pembangunan smelter itu hingga Februari 2016 kemarin mencapai 14%. Namun Juru Bicai a Freeport Indonesia Riza Pratama enggan menanggapi terkait kepastian kucuran pendanaan smelter tersebut. (rap)