Hanya Batu Bara yang Kena

Media : BISNIS INDONESIA | Wartawan : Lucky L Leatemia & Surye MaAentfra Saputra |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Senin, 01 Agustus 2016  | 13:06 WIB

JAKARTA — Kemente-rian Energi dan Sumber Daya Mineral segera memberlakukan moratorium tambang. Hanya saja, langkah itu dikena-kan untuk industri batu bara, sedangkan perizinan baru pertambangan mineral tetap diperbolehkan.

Dalam waktu dekat, ke-menterian segera menge-luarkan Peraturan Men-teri setelah Instruksi Pre-siden terkait penghentian sementara atau moratorium perizinan sawit clan tambang diterbitkan.

Kepala Biro Hukum Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Heriyanto mengatakan moratorium tersebut hanya akan dikenakan terhadap tambang batu bara, sedangkan izin baru tambang mineral masih diperbolehkan.

“Pertimbangan [moratorium) dari cara pe-nambangan dan dampak terhadap lingkungan. Batu bara dianggap lebih urgent” katanya, akhir pekan lalu.

Moratorium tersebut hanya berlaku untuk pemberian izin atau pembukaan lahan baru. Dengan demikian, peng-usahaan batu bara masih bisa memperluas kegiatan penambangan selama izin sudah dikantongi sebelum moratorium ditetapkan.

Para pelaku usaha di-persilakan melakukan merger atau akuisisi untuk memperluas wilayah dan cadangan. “Kalau akuisisi dipersilakan, karena izin sudah ada.”

Direktur Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Ciruss) Budi Santoso menyatakan rencana pemerintah untuk memberlakukan moratorium lahan tambang perlu dilihat sebagai tindakan yang positif.

Menurutnya, moratorium tersebut lebih untuk menertibkan izin usaha pertambangan (IUP) dan tidak mengeluarkan IUP baru. Selain itu, kebijak-an tersebut bisa menjadi momentum untuk mem-perbaiki tata cara pener-bitan IUP.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengung-kapkan, hingga semester 1/2016, terdapat 10.388 IUP yang 4.023 di antara-nya belum berstatus CnC ■ atau masih bermasalah.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Arviyan Arifin mengatakan, kon-disi industri batu bara tidak menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir.

Ekstensifikasi lahan tambang justru menjadi salah satu agenda trans-formasi perseroan. "Going concern harus terjamin," Kamis (28/7).

Emiten berkode saliam PTBA itu tengah memper-cepat studi untuk mencari sumber daya produksi baru di luar Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Langkah itu diharapkan mendorong target pengembangon 40% pnxiuksi nasional.

Arviyan mencatat, cadangan produksi batu bara di Tanjung Enim mencapai 8 miliar ton, sedangkan yang layak tambang hanya sckitar 3 miliar ton, dan potensi layak jual berkisar 700 juta ton. “Dalam 20 tahun habis itu.”