Tim Mulai Berbagi Tuc Menangkan Ahok

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : Inpriyani Astuti | Senin, 01 Agustus 2016  | 13:11 WIB

Strategi yang disiapkan ialah membuka keran komunikasi politik dengan partai lain agar ikut mendukung Ahok.

TIGA partai politik yakni Golkar, NasDem, dan Hanura resmi mengusung kandidat petahana Basuki Tjahaja Pur-nama atau Ahok di Pilkada DKI Jakarta. Ketiga partai politik tersebut langsung bergerak cepat menyusun strategi pe-menangan Ahok.

Ketua DPD NasDem DKI Jakarta Bestari Barns menyatakan pihaknya tentu melibatkan Te-man Ahok yang sejak awal kon-sisten memperjuangkan Ahok untuk kembali memimpin Ibu Kota. Kolaborasi Teman Ahok dan partai politik dipastikan solid dan membuahkan hasil positif.

“Minggu ini, kami sudah meng-godok pembentukan tim dan menyusun pembagian tugas. Se-lanjutnya, kami akan masuk ke urusan strategis. Intinya perge-rakan untuk memenangkan Ahok sudah mulai dilakukan,” kata Bestari di Jakarta, kemarin.

Salah satu strategi yang disiapkan ialah membuka keran komunikasi politik dengan partai lain, seperti PDI Perjuangan,

Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Diharapkan partai lain menyu-sul mendukung Ahok. Bukan cuma membuka komunikasi dengan PDI Perjuangan. (Untuk merayu partai politik), tim yang bergerak,” tutur dia.

Di sisi lain, Ahok menyatakan namanya ada dalam daftar usul-an DPP PDI Perjuangan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2017-2022. “Ibu Mega kan ada hak prerogatif. Nah ada nama saya di usulan DPP,” katanya, Sabtu (30/7).

Politikus PDI Perjuangan Ma-sinton Pasaribu enggan me-ngomentari pernyataan Ahok. Namun, ia mengakui bahwa partai moncong putih belum mau terburu-buru untuk menenljikan nama.

“PDI Perjuangan akan meng-umumkan kandidat calon Gubernur DKI Jakarta sebelum pintu KPU ditutup. Nanti diumumkan siapa yang akan diusung,” ujar Masinton.

Belum bulat

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengatakan pihaknya masih menyu-sun upaya membangun koalisi dengan PKS, PPP, dan PKB. PAN bahkan berencana menggandeng Gerindra yang sudah resmi meng-usung Sandiaga Uno.

“Kami pasti berkoalisi. Intinya kita mencari alternatif. Akhir Agustus ini sudah ada kepu-tusan bulat. Koalisi itu untuk memberi alternatif pilihan di luar Ahok,” kata Yandri saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, internal PAN me-miliki kader berkualitas, yakni Bupati Bojonegoro Suyoto, untuk

dicalonkan dalam pilkada DKI Jakarta. Alternatif lain di luar kader ialah dua wajah lama di kancah perpolitikan, Sjafrie Sjamsoeddin dan Yusril Ihza Mahendra.

Saat dihubungi terpisah, Ketua DPW DKI Jakarta PKS Syakir Purnomo mengatakan pihaknya intens menjalin komunikasi dengan semua partai, organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat. Namun, ia enggan menyebut naroa calon.

Di sisi lain, Sandiaga menegas-kan dirinya telah resmi menda-pat dukungan dari PKS. “Alham-dulillah tadi dapat kabar bahwa PKS sudah memutuskan dukung Sandiaga Uno untuk maju di Pil-gub 2017. Saya baru dapat kabar ini,” ujarnya. (Mal/P-5)

indriyani @mediaindonesia.com