PASAR FINANSIAL Manajer Investasi Naikkan Target IHSG

Media : KOMPAS | Wartawan : | Senin, 01 Agustus 2016  | 13:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS — Perekonomian yang membaik, ha-rapan keberhasilan program pengampunan pajak, dan arus dana investor asing membuat perusahaan sekuritas dan manajer investasi merevisi target pencapaian Indeks Harga Saham Ga-bungan menjadi lebih tinggi lagi. Suku bunga dan inflasi rendah juga menjadi salah satu pendorong saham.

Sejumlah kalangan yang dihubungi Kompas, pekan lalu dan Minggu (31/7), mengatakan, perbaikan itu mulai terlihat sehingga mereka merevisi target pencapaian Indeks Harga Saham Ga-bungan (IHSG) pada tahun ini.

Menurut Alvin Pattisahusiwa, Direktur Investasi Manulife Aset Manajemen Indonesia, secara bertahap terjadi perbaikan produk domestik bruto dan profitabilitas perusahaan, Selain itu, pcngesahan Undang-Undang Pengampunan Pajak menghapus-kan ketidakpastian di pasar. ’’Masih ada potensi kenaikan peringkat dari Standard and Poor’s (S&P) yang akan berdampak positif atas persepsi dan imbal hasil obligasi Indonesia,” katanya

Dia menambahkan, S&P masih memperhatikan postur fiskal Indonesia. Jika program pengampunan pajak beijalan baik, diharapkan S&P akan menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi. S&P merupakan satu-satunya pemeringkat global yang belum menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi. Melalui program pengampunan pajak, pemerintah menargetkan mendapatkan tambahan pemasukan pajak sebesar Rp 165 triliun yang akan digunakan untuk membiayai anggaran. Salah satu alasan yang diajukan S&P belum menaikkan peringkat adalah kekhawatiran soal target pendapatan pemerintah yang mungkin meleset sebelum ada IJIT Pengampunan Pajak.

’’Melihat kcadaan perekonomian yang membaik, kami merevisi kisaran target IHSG menjadi 4.845-5.550 dari kisaran target sebelumnya 4.613-5.353,” kata Taye Shim, Kepala Riset Daewoo Securities.

Taye Shim juga berharap program pengampunan pajak dapat berhasil dengan baik. Namun, dari beberapa pertemuan sosiali-sasi yang diikutinya, dia beranggapan kualitas informasi yang disampaikan kepada khalayak masih rendah. "Masih banyak pertanyaan soal hal teknis yang belum dapat dijawab, belum diatur,” katanya

Beberapa investor yang memiliki banyak propcrti, misalnya, bingung bagaimana hams membayar tebusan karena harga propertinya sudah meningkat dan tidak memiliki dana tunai. Pertanyaan lain, adakah hukuman bagi mereka yang memasuk-kan d:ina dari luar negeri tanpa melalui bank persepsi atau tidak menginvestasikan dananya pada instrumen investasi yang di-sediakan pemerintah.

Berkelanjutan

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Panin Asset Management RudiyantO juga optimistis IHSG akan naik lagi. ”Untiik tahun 2016, harga wajar IHSG berdasarkan fundamental berada pada kisaran 5.300 dan 5.500, tetapi dengan dukungan sentimen positif riitambah suku bunga rendah ada kemungkinan indeks akan naik berkisar pada level 5.800 dan 6.000 pada akhir tahun,”

katanya Dampak pelambatan ekonomi terhadap kinerja laporan keuangan pada tahun lalu akan berubah menjadi positif padu laporan kcuungan kuartal ke-dua dan ketiga tahun ini.

Menurut Rudiyanto, yang lebih pcnting pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya melam-bat dapat bertamhah cepat pada tahun 2017 dan seterusnya akan berdampak terhadap IHSG tidak hanya tahun ini, tetapi juga tahun mendatang.

Sepanjang pekan lalu, IHSG menguat 0,36 persen jadi 5.215. Rata-rata nilai transaksi perda-
gangan harian di Bursa Efck Indonesia naik 13,96 persen menjadi Rp 8,6 triliun dari Rp 7,54 triliun pada dua pekan lalu. Investor asing pekan lalu mencatatkan pembelian bersih Rp 3,23 triliun. Sojnk awn I tnhun, aliran dana investor asing Rp 24,88 triliun. Kapitalisasi BE1 meningkat menjadi Rp 5.614 triliun dari Rp 5.593 triliun dua pekan lalu.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melebihi ekspektasi pada pertengalian tahun ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekspor akan meningkat, industri dalam negeri akan bergerak lebih cepat, dan harga komoditas akan pulih. Hal ini akan tumt mendorong peningkatan konsumsi masyarakat. Di sektor industri jasa kpuangan. permintafin kredit

akan semakin bertambah.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada triwulan 11-2016 melebihi ekspektasi, yaitu 6,7 persen. Perlumbuhan itu terutama disumbang sektor properti 8,8 persen dan konstruksi 7,3 persen. ’’Jika permintaan Tiongkok terus membaik, harga komoditas pun ukun muningkat, tennasuk minyak kelapa sawit dan batubara,” katanya. (HFN/CAS/.JOE)