Pertamina Tak Naikkan Harga BBM Nonsubsidi

Media : INVESTOR DAILY | Wartawan : (ayu) |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Senin, 01 Agustus 2016  | 13:18 WIB


JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax, Per-tamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite lantaran harga minyak tak naik signifikan. Di sisi lain, harga Dexlite justru diturunkan Rp300 per liter menjadi Rp6.450.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, berdasarkan hasil pantauan terhadap perkembangan harga minyak Internasional dan kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika Scrikat, Pertamina memandang

pergerakan harga dan kurs yang terjadi tidak signifikan. Dengan demikian, Pertamina memutus-kan untuk mempertahankan harga Pertamax Series plus Pertalite.

Sebagai contoh, Harga Pertamax di Jakarta dan sekitarnya bertahan di posisi Rp 7.350 per liter, sedangkan Pertamina Dex di wilayah ini juga tetap di posisi Rp 8.100 per liter. Adapun, di wilayah lainnya misalnya Jawa Timur, kedua jenis bahan bakar tersebut masing-masing dibanderol Rp 7.450 per liter dan Rp 8.200 per liter. Ketetapan harga tersebut berluku terhltung mulai pukul 00.00 pada 1 Agustus 2016.

“Selain pertimbangan fluk-tuasi harga yang tidak terlalu berpengaruh pada perhitungan keekonomian produk BBK Pertamina, dipertahankannya harga ini juga bentuk dari apresiasi terhadap konsumen yang loyal memanfaatkan produk-produk Pertamina yang konsumsinya
terus meningkat,” kata Wianda dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/7).

Menurutnya, hal ini ditun-jukkan dengan meningkatkan pangsa pasar Pertamax dan Pertalite hingga mencapai 30% terhadap seluruh produk bensin perseroan. Demikian juga untuk Dexlite yang telah mengambil pasar Solar di SPBU yang telah menjual produk tersebut sekitar 15%.

Terkait dengan Dexlite, lanjut Wianda, Pertamina menurunkan harga bahan bakar yang baru diluncurkan April lalu tersebut sebesar Rp300 per liter. Dengan demikian, Dexlite di 289 SPBU yang telah menjualnya kini ditetapkan seharga Rp 6.450 per liter dari semula Rp 6.750 per liter.

“Kami sdngat bangga dengan penerimaan konsumen terhadap produk-produk baru Pertamina, seperti Pertalite dan Dexlite yang langsung dapat merebut perhatian konsumen sehingga pangsa pasarnya tumbuh signifikan dalam waktu relatif singkat,” tutur Wianda.

Pertamax Turbo

Positifnya lancgapan ma-syarakat atas produk BBM baru Pertamina, mendorong perseroan untuk terus melakukan inovasi produk dan pemasaran sehingga dapat memenuhi ke-inginan konsumen. Pertamina dijadwalkan dalam waktu dekat meluncurkan Pertamax Turbo.

“Pada GIIAS (Gaikindo Indonesia Internationa Auto Show) nanti akan mulai kami pasarkan.
Pada tahap awal akan dijual di wilayah Jabodetabek dengan target penjualan 10 ribu KL per bulan," kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang.

Pertamax Turbo merupakan bahan bakar untuk kendaraan bermesin bensin, hasil pengembangan dari produk Pertamax Plus yang memiliki Research Octane Number minimal 98, serta dilengkapi Ignition Boost Formula (IBF). Pertamax Turbo cocok untuk kendaraan dengan perbandingan kompresi lebih dari 12, seperti mobil sport atau mobil mewah.

Uji coba penggunaan Pertamax Turbo telah dilakukan dalam ajang balap Lamborghini Blancpain Supertrofeo European di Srikuit Vallelunya, Italia pada awal Januari 2016. Keberhasilan tersebut diikuti dengan kerja sama antara Pertamina dan Centro Petroli Roma (CPR) selaku mitra Lamborghini dalam pendistribusian bahan bakar Pertamax Turbo ke sirkuit-sirkuit di seluruh Eropa. Hingga saat ini Pertamax Turbo sudah digunakan di empat balapan yakni di Monza di Italia, Silver-stone di UK, Paul Richard di Per-ancis, dan Spa Francorchamps di Belgia.

“Digunakannya Pertamax Trubo dalam ajang balap ber-gengsi di Eropa, semakin mem-buktikan bahwa Pertamax Turbo telah diakui sebagai bahan bakar dengan performa yang sangat baik dan ramah lingkungan, karena bisa mengurangi cmisi gas buang menjadi lebih baik,” kata Wianda.