Kepercayaan Publik Modal Besar Ahok

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : Nuriman Jayabuana |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Senin, 19 September 2016  | 13:25 WIB

Partai NasDem dan kawan-kawan berharap PDIP segera merapat sehingga koalisi pengusung Ahok semakin kuat.

BASUKI Tjahaja Purnama atau Ahok tetap me-ngantongi modal besar berupa tingginya ting-kat kepercayaan publik untuk berkontestasi di Pilkada DKI 2017. Hasil survei Media Research

Center menunjukkan mayoritas warga Ibu Kota cukup puas dengan kinerja pemerintahan DKI saat ini.

“Tingkat kepercayaan publik terhadap Ahok cukup tinggi. Itu bisa menjadi modal besar untuk mengungguli pesaingnya,’, ujar Kepala Media Research Center Asep Setiawan di Jakarta, kemarin.

Kepuasan publik cukup tinggi pada sejumlah kebijakan Pemprov DKI di bawah kendali Ahok-Djarot Saiful Hidayat. Berbagai kebijakan yang diapresiasi tersebut antara lain kecepatan pelayanan di unit pelayanan kantor pemerintah DKI, pelayanan fasilitas kesehatan milik pemda, penanganan sampah, dan pemberantasan pungutan liar di instansi pemda.

Namun, untuk sejumlah indika-tor lain, publik memberikan catat-an terhadap kinerja petahana seperti kesigapan dalam penanganan banjir, penyediaan lapangan kerja, dan penanganan kemacetan. Kepuasan masyarakat terhadap beberapa indikator itu masih ber-ada di bawah 50%.

Sebagian besar responden dalam survei pun menganggap petahana sebagai sosok ideal untuk kembali memimpin DKI. Mereka, jelas Asep, sepakat Ahok unggul dalam beberapa kriteria dasar seperti jujur dan transparan dalam pengelolaan anggaran (72,6%), tegas (81,2%), berkomitmen be-rantas korupsi (77,1%), prorakyat (68,5%), dan mampu menjadikan Jakarta lebih baik (80,4%).

Tunggu PDIP

Pilkada DKI yang digelar Febru-ari 2017 segera irtenapaki tahapan penting, yakni pendaftaran pa-sangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Rabu (21/9) hingga Jumat (23/9). Namun, hingga kini belum ada satu pun pasangan yang definitif untuk didaftarkan.

Sekretaris DPW Partai NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino tetap meyakini Ahok akan berpasangan dengan kader PDIP Djarot Saiful Hidayat. Menurutnya, sudah ada sinyal kuat dari PDIP untuk merapat bersama tiga partai politik yang lebih dulu mengusung Ahok. “Harapan kita (Ahok) bersama Djarot,” terangnya.

Wibi mengakui meski kursi Partai NasDem, Hanura, dan Golkar di DPRD DKI Jakarta sudah cukup untuk mengusung Ahok, kurang pas bila PDIP tidak turut bergabung. “Kebutuhan PDIP tentu jelas. Meli-hat survei-survei yang ada, banyak pemilih PDIP yang mendukung Ahok. Diharapkan, PDIP bisa bergabung mendukung Ahok.”
Secara terpisah, Ketua DPP Hanura Miryam S Haryani menyam-paikan tadi malam tiga parpol pengusung Ahok akan membahas pemfinalan pencalonan Ahok. Ia juga berharap PDIP bergabung untuk mengusung Ahok.

Di sisi lain, bakal cagub yang diusung Gerindra dan PKS, Sandiaga Uno, terus melakukan pendekatan ke warga DKI dengan lari pagi di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, ke-marin. Kegiatan itu dilakukan juga untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan warga. (Nur/Ant/X-9)