Pekan Ini, Pemerintah Mulai Lelang Blok Panas Bumi

Media : INVESTOR DAILY | Wartawan : Retno Ayuningtyas |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Senin, 19 September 2016  | 13:28 WIB

JAKARTA - Pemerintah mulai melelang lima wilayah kerja panas bumi baru dengan total kapasitas 480 megawatt (MW) pada pekan ini. Lelang akan dilakukan secara bertahap.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Yunus Saifulhak menuturkan, Pelak-sana Tugas Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan telah meneken surat keputusan pem-bentukan panitia lelang panas bumi. Sehingga, pihaknya dapat mulai menawarkan blok panas bumi pada pekan ini juga.

“Pengumumannya (pena-waran blok panas bumi) minggu ini, ada juga yang pengumumannya minggu depan lagi, karena ini tidak serentak kelimanya dilelang. Jadi minggu ini pengu-muman salah satu WKP,” kata dia dalam pertemuan dengan media, akhir pekan lalu.

Kelima blok panas bumi yang bakal dilelang ini tersebar di beberapa lokasi. Rincinya, WKP Simbolon Samosir 110 MW di Sumatera Utara, Graho Nyabu 110 MW di Jambi, Gunung Galunggung dan Gunung Cire-mai yang masing-masing memiliki potensi 110 MW di Jawa Barat, serta Gunung Pandan 40 MW di Jawa Timur.
Yunus menuturkan, sebenarnya pihaknya menyiapkan

delapan blok panas bumi untuk dilelang. Tiga blok lainnya dis-iapkan sebagai langkah antisipa-si jika ada penolakan masyarakat atas pengembangan panas bumi di wilayahnya. Hal ini berkaca pada rencana pengembangan Gunung Cirernai yang sempat diributkan masyarakat bahwa pemerintah akan menjual gunung tersebut.

“Padahal yang diberikan izin pengusahaannya, wilayah tetap punya Negara, tan ah masyarakat harus diganti rugi juga,” ujar dia.

Namun, polemik itu dise-butnya sudah selesai. Pihaknya telah melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat menyu-sul rencana dilelangnya WKP Gunung Ciremai. Walaupun, sebenarnya lokasi proyek jauh dari pemukiman lan tar an berada di Taman Nasional Gunung Ciremai. Pengembangan panas bumi di taman nasional ini dibolehkan sesuai peraturan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Tiga WKP yang disiapkan sebagai pengganti ini memiliki total kapasitas 95 MW. Rincinya, WKP Gunung Hamiding 20 MW di Maluku Utara, Gunung Wilis 20 MW di Jawa Timur, dan Gunung Geureudong 55 MW di Nangroe Aceh Darussalam.

Yunus menargetkan lelang lima WKP tersebut dapat selesai pada tahun ini juga. Pihaknya bakal mempercepat pelaksanaan lelang satu WKP jika memang banyak perusahaan melirik blok panas bumi tersebut. Namun jika sepi peminat, masa penawaran dapat diperpanjang.

“Tetapi saya berikan arahan pokoknya Desember sudah harus selesai semua,” tegas Yunus.

Sejauh ini, setelah adanya Undang-Undang Panas Bumi, pemerintah telah merampung-kan lelang dua blok panas bumi. Rincinya, WKP Gunung Lawu 165 WM dimenangkan oleh PT Pertamina (Persero) dan Way Ratai oleh Konsorsium PT

Optima Nusantara Energi dan ENEL Green Energy. Dua blok lainnya masih dalam proses lelang, yaitu WKP Marana 20 MW dan Gunung Talang-Bukit Kili 65 MW.

Kejar Target

Kedelapan blok panas bumi yang dilelang pada tahun ini merupakan bagian dari target penawaran 21 blok panas bumi pada periode 2016-2017. Pemerintah menargetkan penawaran 21 blok dengan perkiraan kapasitas 1.065 MW dan perkiraan investasi US$ 4,2 miliar dapat selesai tepat waktu. Pemerintah menyiapkan tiga skema penawaran untuk memastikan target tersebut tercapai.

“Mudah-mudahan semua dapat selesai 2017 dengan adanya penugasan kepada BUMN, lelang, dan PSPE (penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi) ,” jelas Yunus.

Penugasan pengerjaan wilayah panas bumi ini diberikan kepada Pertamina, PT PLN (Persero), dan PT Geodipa Energi (Persero). Pertamina ditugasi mengerjakan WKP Songa Wayaua, Kotamobagu, dan Iyang Argopuro. PLN diberikan WKP Mataloko dan Ulumbu, sedangkan Geodipa bakal menggarap WKP Arjuno Welirang dan Um-bul Telomoyo.

Yunus menjelaskan, pemerintah menawarkan blok panas bumi melalui tiga skema guna mempercepat pengembangan energi baru terbarukan. Pemerintah harus mengejar target

porsi energi baru terbarukan yang ditetapkan mencapai 23% pada 2025. Pasalnya, dalam porsi 23% tersebut, kontribusi panas bumi sendiri harus naik dari saat ini 0,6% menjadi 3,63%.

Indonesia memiliki potensi panas bumi hingga 29.475,5 MW, di mana sebesar 12.283 MW masih berupa sumber daya dan 17.192 MW sudah berupa cadangan. Dari potensi tersebut, kapasitas terpasang pembangkit panas bumi saat ini baru sebesar 1.403,5 MW dari sembilan wilayah kerja eksisting sebelum adanya Undang-Undang Panas Bumi.