Irman Gusman Terancam Dipenjara 20 Tahun

Media : INVESTOR DAILY | Wartawan : Imam Suhartadi |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Senin, 19 September 2016  | 13:29 WIB

JAKARTA — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka penerima suap sebesar Rp 1 OO juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi terkait pengurusan kuota impor gula di Bulog untuk wilayah Sumatera Barat tahun 2016.

Penetapan ini dilakukan setelah KPK memeriksa Irman yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (17/9) dinihari.

“Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang terjerat Pasal 12 huruf a atau huruf b UU Tipikor terancam hukuman penjara seumur hidup atau pidana paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Sedangkan, denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/9).

Sutanto dan Memi yang ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap dan dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Kemudian sebagai (tersangka) penerima bapak IG (Irman Gusman) disangkakan melang-gar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor seba-

gaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor,” kata dia.

Sesuai UU Tipikor, Pasal 12 huruf a menyebutkan pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal patut diduga hadiah tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajiban-nya.

Sementara Pasal 12 huruf b menyatakan, pegawai atau penyelenggara negara yang menerima hadiah padahal patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

.Sedangkan Pasal 11 juga drkenakan KPK terhadap Irman mengatur soal pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji.

Padahal, patut diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya.

Tak Terdaftar

Ditempat terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggar-tiasto Lukita mengatakan, CV Semesta Berjaya tidak terdaftar sebagai impor tir gula sehingga tidak bisa bebas impor komoditas strategis itu karena sebelumnya harus mendapat izin dari

Kementerian Perdagangan.

“Saya pun tidak tahu dan agak kaget juga. Kita urut-urut kok ada CV bisa jadi importir dan saya tidak taulah untuk yang seperti itu serta agak aneh saja,” kata Mendag Enggartiasto kepada pers saat meninjau sejumlah pasar di Bandar Lampung, Minggu (18/9).

Menurut Mendag, untuk penyaluran gula impor seharusnya melibatkan Bulog dan izin impor hanya bisa diberikan oleh Kementerian Perdagangan.

Menurut dia, untuk realisasi impor gula, Kemendag dan Bulog terus berkoordinasi sehingga mengetahui jumlah yang didis-tribusikan seperti untuk operasi pasar dan prioritas untuk Jabo-detabek, bukan Sumatera Barat.

Terkait dengan CV Semesta Berjaya yang diduga menyu-ap Ketua DPD, Enggartiasto, mengatakan, perusahaan itu tidak terdaftar sebagai importir. “Tidak ada dalam daftar. Saya sudah cek segera malam itu begitu ada berita,” katanya.

Dia menegaskan, Impor beberapa komiditas harus ada izin dari Kemendag.” Saya awasi langsung,” katanya.

Ada Kejanggalan

Pengacara keluarga Irman Gusman, Tommy Singh menilai ada kejanggalan terkait kasus korupsi yang melibatkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tersebut.

“Kasus suap ini hanya RplOO juta. Menurut saya ini lucu, karena sehari-hari di tasnya saja aja lebih dari RplOO juta,” ujar Tommy saat ditemui di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (17/9).

Menurut dia, jumlah uang yang diamankan tersebut terbi-lang kecil dan bukan kelas dari seorang Irman Gusman.
Dia menjelaskan pihak keluarga bahkan tidak tahu isi dari bingkisan tersebut, baru setelah petugas KPK datang dan dibuka baru diketahui bahwa bingkisan tersebut berisi uang.

“Orang datang ngasih bingkisan, kemudian setelah Memei pulang dibawa ke kamar. Keluarga tidak tahu kalau bingkisan itu berisi uang,” katanya.

Meski demikian, Tommy mengaku Irman kenal dengan para penyuapnya yakni Xaveriandy Sutanto dan Meimei. Xaveriandy merupakan direktur utama CV Semesta Berjaya.

Irman Gusman, Xaveriandy Sutanto, dan Meimei ditetapkan KPK sebagai tersangka kuota gula impor untuk wilayah Sumatera Barat.

Irman memberikan rekomendasi pada Bulog untuk memberikan kuota pada perusahaan itu. “Namanya rekomendasi tidak mengikat, bisa dijalankan atau tidak. Tapi masalahnya ada uang, yang menurut keluarga masih tanda tanya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo merasa prihatin atas penangkapan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman yang ’diduga terlibat korupsi kuota gula impor untuk wilayah Sumatera Barat.

Menurut Tjahjo, Presiden Joko Widodo sebenarnya sudah sering mengeluarkan peringa-tan,'khususnya kepada aparat hukum dan pemerintahan, agar bekerja dengan jujur untuk menghentikan korupsi.

Tjahjo mengajak masyarakat untuk mengikuti proses hukum yang akan dijalankan Irman Gusman, dengan tetap mengedepan-kan asas praduga tidak bersalah.

“Langkah KPKtentunya sudah melalui tahap proses pencerma-tan, pemantauan, dan penyada-pan yang cukup panjang sebelum melakukan OTT,” katanya me-nambahkan. (bl/sp/ant)