Sudah 30% Pengusaha Ikut Amnesti Pajak

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Selasa, 20 September 2016  | 13:46 WIB

MENJELANG tenggat amnes;ti pajak tahap pertama akhir pada bulan ini semakin banyak pengusaha mengikuti program pemerintah tersebut.

Hingga kini diperkirakan telah 30% pemilik perusahaan yang bernaung di bawah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengikuti amnesti pajak.

"Anggota Apindo termasuk UKM-nya berjumlah 14 ribu. Anggap pengusaha besar sekitar 1.000. Dari jumlah itu beberapa ratus orang (sudah ikut pengampunan pajak). Ke depan hingga 10 hari jelang tenggat diperkirakan mencapai 80%,” kata Wakil Ketua Umum Apindo Suryadi Sasmita di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, kemarin.

Menurut Suryadi, lonjakan p eningkat-an partisipasi pengusaha tersebut ka-renaApindo telah mengimbau mereka agar memasukkan surat peirnyataan harta (SPH) terlebih dulu.

“Jika menunggu sampai tuntas, pengusaha akan ketinggalan gerb ong (tarif tebusan) yang murah. Pengus aha yang kesulitan memperoleh dana tunai bisa meminjam dari bank persepsi dengan jaminan aset. Bunganya cukup meiia-rik, di bawah 10%,” ujar Suryadi.

Kemarin, salah seorang pengusaha papan atas, Murdaya Poo, d.atang me-nyerahkan SPH ke Kantor Pusat Ditjen
Pajak. “Saya pribadi menunggu amnesti pajak ini bertahun-tahun lamanya. Saya sampaikan kepada pengusaha bahwa kita harus pakai kesempatan seumur hidup sekali ini. Jadi, tidak perlu takut dan ragu. Amnesti pajak adalah berkah, bukan sesuatu yang menakutkan. Banyak sekali hal yang bukan salah kami dan bukan salah negara. Namun, kini semua itu mau dirapikan, manfaatkan kesempatan ini.”

Mantan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johny Dharmawan kemarin juga mendatangi Kantor Pusat Ditjen Pajak dalam rangka persiapan mengikuti pengampunan pajak.

Menurut Johny, pengampunan pajak peluang bagus mengingat basis wajib pajak saat ini masih kecil. "Orang ber-pikiran uang di luar negeri itu hasil korupsi, tidak benar. Kadang hanya perbedaan tarif pajak membuat orang menaruh dana di luar.”

Kementerian Keuangan menambah tiga bank lagi sebagai bank persepsi, yakni Deutsche Bank AG, OCBC NISP, dan Standard"Chartered. Dengan demi-Jtian, total bank persepsi yang ikut dalam program pengampunan pajak menjadi 21 bank. (Dro/Fat/X-4)