KPK Kembangkan Suap Rp100 Juta

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : Cahya Mulyana |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Selasa, 20 September 2016  | 13:47 WIB

Badan Kehormatan DPD RI secara resmi memberhentikan Irman Gusman dari jabatannya.

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) maju tak gen-tar mengusut tuntas kasus dugaan suap terhadap . Ketua DPD RI Irman Gusman. Lembaga antirasywah menegaskan hal itu setelah sejumlah pihak bernada minor menanggapi operasi tangkap tangan (OTT) yang berujung dengan penangkapan orang nomor satu di kalangan senator tersebut.

KPK bahkan memastikan pemeriksaan terhadap Irman takberhenti pada RplOO juta yang diterimanya. “KPK kan selalu penyidiknya inde-penden. Mereka akan mem -follow up segala hal yang terkait dengan temuan-temuan awal,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, pimpinan KPK memberikan kebebasan kepada penyidik dalam menangani perkara itu.

Ketua DPD Irman Gusman ditangkap tim satgas antirasywah dalam OTT di rumah dinasnya di Jalan Denpasar Raya, Blok C3/8, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9).

Kasus itu bermula dari penyelidik-an KPK terhadap dugaan pemberian uang oleh Xaveriandy Sutanto, bos CV Semesta Berjaya, kepada jaksa pe-nuntut umum Kejari Sumatra Barat, Farizal. Pemberian duit itu terkait dengan kasus penjualan gula tanpa label SNI oleh CV Rimbun Padi Berjaya di Sumbar, yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri IPadang.

Dalam proses peradilan, Xaveriandy yang mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya didoga membayar jaksa Farizal buat membantunya dalam persidangan. Farizal diduga menerima duit Rp365 juta dari Xaveriandy. KPK meneitapkan Farizal dan Xaveriandy sebagai tersangka. Terkait dengan OTT di rumah Irman, Xaveriandy dan istririya, Memi, di-. jadikan tersangka.

Irman diduga mendapat fulus RplOO juta dalam pengurusan kuota
gula impor yang diberikan Bulog kepada CV Semesta Berjaya pada 2016 di Sumbar.

Pengacara Irman Gusman, Tommy Singh, menilai pemberian uang RplOO juta kepada Irman bukanlah suap, melainkan oleh-oleh.

“Pak Irman itu tidak pemah terima uang RplOO juta, itu udah pasti. Yang disampaikan Ibu Memi (istri Xaveriandy Sutanto) itu, ‘ini ada oleh-oleh’ dan tidak pernah dibuka karena itu udah jam dua belas malam,” terang Tommy di Gedung KPK, kemarin.

Menurut sumber di KPK, Irman sudah menerima tiga kali suap dari Xaveriandy dan Memi. Saat hal itu ditanyakan, Tommy berkelit. “Itu tidak diberikan, hanya diletakkan di meja, dikatakan ‘ini ada oleh-oleh sedikit. Bingkisan, Pak’,” jelas Tommy menirukan pasangan tersebut.

Irman diberhentikan

Sidang Badan Kehormatan (BK) DPD tadi malam memutuskan memberhentikan Irman Gusman dari jabatan Ketua DPD. Ketua BK DPD AM Fatwa mengatakan pemberhentian Irman mengacu pada Tatib DPD Pasal 53 ayat 2. Pasal itu menyatakan Ketua dan/atau Wakil Ketua DPD yang berstatus tersangka akan diberhentikan. “Setelah melalui pembahasan ber-sama dengan pleno, menyimpulkan Saudara Irman Gusman diberhentikan (dari) jabatan ketua,” ujarnya di Gedung DPD, Jakarta.

Fatwa menegaskan pemberhentian itu hanya untuk posisi Irman sebagai Ketua DPD. ”Kita hanya sampai etik. Besok (hari ini) di rapat paripurna kami akan sampaikan,” tegasnya.

BK mengambil keputusan itu seusai men dengar lean masukan dari palcar hukum tata negara Re fly Harun dan Zain Badjeber. (Pol/Jes/ Adi/FL/X-6)