Kedewasaan Pemilih Lebih Dominan

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : | Selasa, 20 September 2016  | 13:49 WIB

Warga Ibu Kota cenderung lebih selektif dalam merespons berbagai isu dan memperhatikan rekam jejak figur.
Nuriman Jayabuana

OPI.NI masyarakat DKI tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk kampanye negatif untuk menjatuhkan elektabilitas petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Hal itu terungkap dalam hasil kajian Media Research Center (MRC) yang memeta-kan referensi politik masyarakat DKI.

‘‘Masyarakat Jakarta tidak mudah terprovokasi dengan isu negatif yang ditiupkan para pembenci Ahok,” ujar Kepala Media Research Center Asep Setiawan, kemarin.

. Asep menyatakan 88,3% masyarakat Jakarta menganggap isu yang mengungkit suku, agama, ras, dan antargolong-an (SARA) sudah sepatutnya tidak dicampuradukkan dengan sikap politik. Terlebih,
hasil kajian juga menunjuk-kan 81,3% pemilih di Jakarta cukup dewasa dalam menen-tukan pilihan politik.

“Tidak ada lagi istilah pribu-mi dan nonpribumi. Yang penting kemampuan dalam memimpin/’ tuturnya.

Publik tidak lagi menem-patkan berbagai aspek nor-matif dalam mengidentifikasi figur calon gubernur pilihan. Mereka lebih mengapresiasi ketegasan dan kemampuan calon dalam memimpin masyarakat. Tingkat kepuasan publik terhadap pencapaian kinerja Ahok juga menjadi fak-tor yang turut meningkatkan elektabilitas petahana.

Pengamat politik dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Strategis Ahmad Nasuhi se* pendapat bahwa warga Ibu Kota cenderung tidak begitu saja melahap isu negatif yang menerpa tiap calon. Mereka lebih selektif dalam merespons berbagai isu dan memperhati-
kan rekam jejak figur.

“Warga DKI bukan tipe yang memilih gubernur seperti beli kucing dalam karung,” ujar Ahmad.

Hingga dua hari menjelang pendaftaran calon peserta pilgub DKI Jakarta, baru satu pasang bakal calon yang di-pastikan mendaftar. Pasangan tersebut ialah Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang juga petahana Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mereka diusung Partai NasDem, PDIP, Partai Hanura, dan Partai Golkar.

Antisipasi pendaftaran

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mema-tangkan persiapan menjelang pembukaan pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta pada 21-23 September 2016,

Kemarin, KPU DKI meng-gelar rapat internal untuk mengecek kesiapan pendaftaran. Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menjelaskan salah satunya untuk mengantisipasi membeludaknya calon pen-dukung dari pasangan calon yang datang ke Kantor KPU
DKI saat pendaftaran.

Menurut rencana, di pela-taran Kantor KPU DKI akan dipasang tenda serta layar monitor untuk para calon pendukung yang datang. MRen-cana dipasang nanti malam (tadi malam). Itu supaya tertib tidak mengganggu proses pendaftaran,” kata Sumarno.

Menurut Sumarno, hanya pihak pasangan calon serta tim sukses inti yang bisa masuk ke area meja pendaftaran. Waktu pendaftaran berlangsung pu-kul 08.00-16.0008.00-16.00 WIB. Khusus di hari terakhir, 23 September, pendaftaran dibuka hingga' pukul 24.00 WIB,

Para bakal pasangan calon akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada 24 September. Pemeriksaan itu, kata Sumarno, mencakup pemeriksaan psiko-logi hingga pengecekan urine dan rambut yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). (Mal/P-1)

nuriman @mediaindonesia.com
POLEMIK STATUS