Kasus Narkoba. Kombes Dibidik

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : Akmal Fauzi | Rabu, 21 September 2016  | 12:12 WIB

Direktur Narkoba Polda Bali diperiksa intensif atas dugaan kasus narkoba. Polda Bali membantah, Mabes Polri terkait dengan OTT dalam kasus itu.

DUGAAN keterlibatan aparat kepolisian dalam kasus narkoba kembali mengemuka. Kali ini, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri mengungkap kasus pemerasan yang menyeret Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Franky Haryanto. Franky diduga memeras tersangka kasus narkoba yang ia tangani.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menerangkan ope-rasi tangkap tangan (OTT) terha-dap Franky dilakukan pada Senin (19/9) malam. Franky, kemarin, di-laporkan diperiksa secara intensif oleh propam Mabes Polri. “Masih diperiksa semuanya. Kalau terbukti, tentu akan ditindak tegas sesuai dengan perintah Kapolri ” kata Boy.

Franky disebut-sebut memeras terkait tujuh kasus narkoba yang nllainya di bawah 0,5 gram. Franky meminta RplOO juta kepada penge-dar narkoba dan diduga memeras tersangka kasus narkoba warga negara Belanda yang dimintaisatu mobil Fortuner pada 2016.

Tak hanya itu, Franky dibidik soal keterlibatan kasus pemotong-an anggaran DIPA 2016 dengan barang bukti uang Rp50 juta di brankas Bensat.

Kapolri Jendral Tito Kamavian menegaskan Mabes Polri akan mengevaluasi kinerja direktorat narkoba di seluruh Indonesia bu-lan depan.

“Perintah saya dalam beberapa rapat terakhir adalah perang ter-hadap narkoba, Caranya adalah semua direktorat narkoba dan Mabes Polri hams menunjukkan hasil,” kata Tito.

Pimpinan direktorat dan satuan narkpba diminta untuk bertindak perang terhadap narkoba. Ia mem* berikan peringatan, jika mereka ti-dak bisa menjalankan instruksi itu, ia tak segan akan memutasi ang-gota. Sebaliknya, yang berkinerja
baik bisa dipromosikan.

Di lain sisi, Kasubdit Pen-mas Polda Bali AKB Sri Harmiti membantah ada OTT terhadap Dirnarkoba Polda Bali, Kombes Franky Haryanto Prapat. Yang terjadi, menurut dia, ialah tim Pengamanan Internal Mabes Polri datang ke Polda Bali hanya untuk melakukan verifikasi dan peng-awasan.

“Tidak ada OTT. Yang ada hanya verifikasi dan pengawasan,” ujar Sri di Polda Bah, kemarin.

Kapolda Bali Irjen Sugeng Pri-yanto menegaskan ia mempersi-lakan Propam Mabes Polri meme-riksa Dirnarkoba Polda Bali Kombes Franky untuk mengklarifikasi dugaan pemotongan anggaran DIPA 2016 dan isu yang menyebut adanya beberapa kasus narkoba yang dinegosiasikan atas perintah Dirnarkoba. “Silakan dicek mana yang tidak sesuai prosedur. Kalau saya, silakan saja kalau memang ada. Untuk OTT, tidak ada. Terhadap pemeriksaan itu sendiri, saya mendukung mekanisme yang ada di Polri,” ujarnya, kemarin.

Mengenai status Franky, kata Sugeng, bukan kewenangannya untuk memberikan status apakah dia sebagai tersangka atau terperiksa lantaran itu kewenangan Propam Mabes Polri. “Yang minta saya itu Propam. Paminal (Pengawas Internal) itu di bawah Propam. Saya belum berikan status apa-apa. Nanti yang bisa memberikan status Propam,” katanya.