Irman Gusman Disebut Minta Jatah Rp300/Kg

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : Cahya Mulyana |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Rabu, 21 September 2016  | 12:15 WIB

Proses pemberian kuota gula impor ke CV Semesta Berjaya tidak menggunakan sistem tender akibat intervensi dari Irman.

Ketua dpd ri irman Gusman terungkap memanfaatkan pe-ngaruhnya mem-buka keran kuota impor gula dari Bulog. Modus kotor itu diganjar Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Su-tanto (XS) dengan pemberian jatah Rp300 setiap kilogram gula yang difcerikan Bulog.

“Diduga, IG firman Gusman) berdagang pengaruhnya karena ada bukti yang raengarah Ice permintaan jatah dari IG Ice XS Rp300 untuk setiap kilogram gula yang diberikan Bulog. Kuotanya sekitar 3.000-6.000 ton,” terang sumber Media Indonesia saat dihubungi, kemarin.

Menurutnya, modus yang di-lakukan Irman mirip dengan perkara yang telah memenja-rakan mantan Presiden PKS, Lutfi Hasan, yakni mengguna-
kan pengaruh untuk menda-patkan kuota impor sapi.

Dengan begitu, proses pemberian kuota gula impor tidak menggunakan sistem tender akibat intervensi Irman.

Kuasa hukum Irman, Raz-man A Nasution, membantah adanya intervensi dari kli-ennya dalam kebijakan impor gula untuk wilayah Sumbar. Namun, menurut Razman, kliennya pernah menghu-bungi Kepala Bulog Djarot Kusumayakti.

Irman meminta Bulog menekan harga gula dengan memberikan kuota gula melalui CV Semesta Berjaya.

Menurutnya, tujuan Irman meminta kuota ke Bulog ialah menekan harga gula di Sumbar saat melakukan penin-jauan harga sembako menje-lang Lebaran 2016. “Bapak harus ada mitra. Ini dari Pak Djarot, lalu di-hubungilah Bu Memi (istri
Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto). Tapi saya kira nggak ada lah kata menekan,” ujarnya.

Irman ditangkap tim sat-gas antirasywah dalam ope-rasi tangkap tangan (OTT) di rumah dinasnya di Jakarta, Sabtu (17/9).

Irman dfduga mendapat fulus RplOO juta dalam pengu-rusan kuota gula impor yang diberikan Bulog kepada CV Semesta Berjaya pada 2016 di Sumbar dari Xaveriandy dan istrinya yang juga dijadikan tersangka.

Kenegarawanan DPD

Dengan status tersangka yang disandang Irman, Badan Kehormatan DPD akhirnya memfc>acakan l\asil keputusan rapat pleno yang berisi pemberhentian Irman dari jabatan ketua. Namun, hal itu diprotes sejumlah anggota DPD.

Dalam sidang paripurna yang dihadiri 79 anggota, DPD seolah terbelah dan masih ada yang menginginkan Irman tidak dicopot.

Bahar Ngitung, anggota DPD dari Sulawesi Selatan, mengatakan BK memutus tanpa fakta autentik. Djasarmen Purba, senator dari Kepri, meminta sidang menghargai langkah Irman yang tengah menempuh gugatan praperadilan.

Akhirnya Ketua BK DPD AM Fatwa angkat bicara. Dia menegaskan, jika DPD tidak bersikap tegas, martabat lem-bagci itti akan terus tergerus di mata publik. “Kami minta pimpinan (DPD) berjiwa nega-rawan,” ucap Fatwa sambil menggebrak meja.

Fatwa menegaskan pem-berhentian Irman mengacu pada Tatib DPD Pasal 53 ayat 2 dan Pasal 119 ayat 5. Kedua pasal itu menyatakan Ketua dan/atau Wakil Ketua DPD yang berstatus tersangka akan diberhentikan.

Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad mengatakan saat ini pihaknya masih sebatas menonaktifkan, belum memberhentikan. “Kami tunggu praperadilan, maka tidak memberhentikan dulu Pak Irman, dan menonaktifkan,” je-las Farouk. (Kim/Adi/Pol/P-4)