Lelang Migas Masih Sepi Peminat

Media : INVESTOR DAILY | Wartawan : (ayu) |

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read_mediapm.php

Line Number: 6

Rabu, 21 September 2016  | 12:22 WIB

JAKARTA — Pemerintah menya-takan perusahaan yang berminat mengikuti lelang blok minyak dan gas bumi Tahap I tahun ini masih sedikit. Perusahaan migas disebut masih menunggu revisi Peraturan Pemerintah No 79 Tahun 2010 terkait biaya operasi yang dapat dikembalikan Ccost recovery).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sum-ber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, beberapa blok migas telah diminati oleh perusahaan migas, beberapa lainnya tidak diminati. Namun dia men-gaku tidak ingat jumlah blok yang diminati dan perusahaan migas yang telah memasukkan dokumen lelang.

Hanya saja diakuinya jumlah peserta lelang tahap pertama ini masih eukup sedikit. "Ada beberapa yang bilang menunggu sampai lebih atrak-tif, masih wait and see," kata dia di sela rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (20/9) .Menurut dia, pihaknya telah mengubah skema lelang untuk menarik investor, yakni menggunakan model open bid split. Dengan konsep ini, investor* dapat menawar besaran bagi hasil (split) dengan pemerintah sesuai itungan keekonomian proyek. Peserta lelang juga bebas memberikan penawaran bonus tan da tangan. Selanjutanya, Pemerintah memilih penawaran ter-baik dengan batasan tertentu terhadap owner estimate yang telah ditetapkan. Meski demikian, investor disebutnya tetap masih ingun menunggu revisi beberapa regulasi. "Salah satunya yaitu PP 79/2010,11 ujar Wiratmaja.

Pada lelang tahap pertama ini, ter-dapat 14 blok migas yang ditawarkan oleh pemerintah. Sebanyak 7 blok mi-
gas konvensional ditawarkan melalui lelang reguler, sementara 7 blok lagi melalui penawaran langsung.

Blok migas yang dilelang secara reguler yakni Blok South CPP, Oti, Suremana I, Manakarra Mamuju, South East Mandar, North Arguni, dan Kasuri II. Sementara yang dilelang melalui penawaran langsung adalah Blok Bukit Barat, Batu Gajah Dua, Kasongan Sampit, Ampuh, Ebuny, Onin, dan "West Kaimana.

Untuk penawaran langsung, pe-
masukan dokumen partisipasi lelang telah ditutup pada 31 Agustus lalu. Sementara untuk lelang reguler proses lelang masih berlangsung. Rincinya, akses dokumen lelang dibuka sampai 28 Oktober, forum klarifikasi sampai 2 November, dan batas pemasukan dokumen partisipasi sampai 14 November.

Wiratmaja mengungkapkan, pihaknya tidak berencana memperpanjang masa lelang meskipun sepi peminat. Jika ada blok yang tidak diminati, pihaknya akan melelang ulang blok tersebut pada tahap berikutnya. ’Tetap kami lelang lagi kalau ada yang belum laku. Kami percantik (datanya), kami lelang lagi,” kata dia. Perbaikan data itu yakni menambah data survei dan analisis data.

Pemerintah biasanya membuka lelang blok migas 'Tahap II pada semester kedua. Sebelumnya disebutkan terda-pat setidaknya empat sampai enam blok yang akan ditawarkan melalui lelang reguler maupun penawaran lang-suhg. Beberapa blok migas yang akan dilelang ini berlokasi di Perairan Na-tuna, salah satunya Blok Emas Putih.

Pereepat Revisi

Pemerintah kini tengah mempercepat penyelesaian revisi PP 79/2010. "PP 79/2010 akan kami umumkan dalam 1-2
hari ini," kata PelaksanaTugas Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan. Menurut Wiratmaja, meski telah direvisi, pelak-sanaan PP 79/2010 ini masih membu-tuhkan peraturan turunan. Pihaknya mengupayakan agar pelaksanaan revisi PP79/2010 ini dapat secepatnya berlaku secara efektdf. 'Tahun ini pastinya mepet sekali (sampai dapat berlaku efektif). Implementasinya pasti tahun depan,1' jelas dia.

Terdapat tiga hal utama yang bakal diubah pemerintah dalam PP 79/2010. Pertama dari sisi perpajakan dan biaya operasi yakni pemberian insentif, pemberlakuan block basis, perubahan terhadap biaya yang dapat dan tidak dapat dikembalikan, serta mengede-p an kan ketentuan kontrak kerja sama (KKS) dalam penyelesaian perhitun-gan perpajakan migas.

Dari sisi investasi, pemerintah ingin pemberlakuan insentif tidak hanya berupa investment credit, tetapi juga imbalan domestic market obligation (DIVIO), percepatan depresiasi, dan tax holiday. Kemudian dari sisi kepastian hukiim, revisi diharapkan dapat menegaskan ketentuan dalam KKS yang diteken sebelum adanya PP 79/2010 tetap berlaku sampai kontrak habis. "Revisi ini diharapkan memberikan kepastian hukum yang akan memb»awa dampak peningkatan investasi migas," kata. Wiratmaja.

I3ersamaan menunggu revisi PP 79/2010, pihaknya tetap menyiapkan blok migas di masa mendatang, melalui tim trilateral yang terdiri dari Direktorat Jenderal Migas, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). Dalam data Kementerian ESDM, jumlah blok yang disiapkan untuk dilelang selama 2016-2020 itu mencapai 33 blok migas.