Analisa Relevansi Kedekatan beberapa Tokoh HMI dengan Zionis Israel Terkait Konflik Kepemimpinan PB HMI Periode 2010-2012

Post Date :

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mktime() [function.mktime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: models/news.php

Line Number: 233

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read.php

Line Number: 6

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: content/read.php

Line Number: 6

Kamis, 07 Juni 2012   | 00:00:00

HMI adalah organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia yang hingga saat ini menghasilkan kader-kader terbanyak yang duduk di berbagai jabatan pemerintahan. Saat ini HMI memiliki setidaknya 194 cabang se Indonesia, baik ditingkat provinsi, kabupaten dan kota. Sifat organisasi yang independen dengan tidak berafilisasi dengan Partai Politik maupun mahzab Islam lainnya, membuat organisasi ini lebih mudah membuka hubungan dengan organisasi baik dalam negeri maupun luar negeri secara langsung.

Dalam konteks kepemimpinan PB HMI periode 2010 – 2012, saat ini potensi konflik organisasi mencuat seiring dengan intensifnya beberapa tokoh HMI yang memiliki kepentingan terhadap partai politik dan kekuasaan. Dan salah satu episentrum pemicu konlfik tersebut terkait dengan kebijakan PB HMI saat ini yang diresistensi oleh para kader HMI. Berikut adalah kronologis fakta terkait sumber konlfik internal di tubuh PB HMI, yaitu sebagai berikut :

FAKTA :

1. Kongres HMI ke-27 di Depok pada tanggal 14 Oktober 2010 telah memilih Noer Fajriansyah menjadi Ketua Umum PB HMI yang menggantikan Arif Musthofa sebagai Ketua Umum PB HMI sebelumnya. Noer Fajriansyah terpilih dengan mengantongi 252 suara dari 371 suara yang diperebutkan.

2. Pada tanggal 13 Mei 2011 dalam rangka memperingati 13 tahun reformasi dengan tema “kilas balik reformasi dalam penegakan HAM” di PB HMI, Noer Fajriansyah selaku Ketua Umum PB HMI mengungkapkan ketidakrelaannya kepada Pemerintah RI jika terjalin hubungan diplomatik dengan negara Israel.

3. Beberapa hari setelah lebaran, masih dalam suasana Idul Fitri tepatnya pada tanggal 10 September 2011, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang dipimpin langsung oleh Noer Fajriansyah bersilaturrahmi ke Kepausan di Vatikan untuk membicarakan konflik Gereja Yasmin Bogor, Jawa Barat. Mereka mendatangi Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog antaragama, Kardinal Jean-Louis Tauran, di Vatikan.

4. Pada tanggal 6 Feburari 2012 Gerakan Nasional untuk Penyelamatan HMI yang dikoordinatori PB HMI, Dwi Julian beserta tujuh Ketua Bidang dan puluhan fungsionaris PB HMI, lembaga-lembaga yang ada di HMI antara lain Lembaga Pers mahasiswa Islam (LAPMI), Badan Pengelola Latihan (BPL) dan Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) menyatakan mosi tidak percaya kepada kepemimpinan Noer Fajriansyah karena Noer Fajriansyah dianggap telah melakukan skandal asmara dengan salah satu Kohati PB HMI Niskalawati.

5. Pada tanggal 9 Februari 2012 Gerakan Nasional untuk Penyelamatan HMI meminta klarifikasi yang didahului oleh sumpah secara Islami Noer Fajriansyah dan Niskalawati didepan khalayak HMI dan saksi di mesjid Sunda Kelapa, Jakarta, yang difasilitasi Oleh MPK (Majelis Pengawas dan Konsultasi) PB HMI, namun tidak dihadiri oleh Noer Fajriansyah.

6. Pada tanggal 9 Februari 2012 diadakan Rapat Harian PB HMI dan diputuskan bahwa Noer Fajriansyah diberhentikan sebagai Ketua Umum PB HMI dan menunjuk Dwi Julian sebagai Pjs. Ketua Umum PB HMI.

7. Pada tanggal 16 Februari 2012 beberapa ketua umum HMI cabang  se-Sumatera Barat yaitu Afriki Musmaidi, Muhamad Akmal (HMI cabang Bukit Tinggi), Andik Chaniago (HMI Cabang Padang), Yonuardi (HMI Cabang Solok) mengeluarkan Manifesto Minang Kabau yang mendukung kepemimpinan Dwi Julianto sebagai Ketua Umum PB HMI.

8. Pada tanggal 26 April 2012 PB HMI diundang dalam Perayaan kemerdekaan Israel ke 64 yang diadakan di gedung School of the Arts, Singapura. Pada saat itu menghadiri acara tersebut adalah Sekjen PB HMI Basri Dodo.

9. Pada tanggal 1 Juni 2012 bertempat di PB HMI Jalan Diponogoro No. 16 A diadakan rapat Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK PB HMI) yang dipimpin Oleh Kordinator MPK Syamsuddin Rajab dan dihadiri oleh pengurus harian PB HMI, yang memutuskan memecat Noer Fajriansyah (Ketua Umum PB HMI) dan Dwi Julian (Ketua Umum PB HMI Pecahan) beserta tujuh staf ketua PB HMI dari Ketua Umum dan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam.

ANALISA

1. Banyaknya alumni yang duduk dipemerintahan dengan berbagai macam latar belakang politik, membuat HMI saat ini rentan akan kepentingan alumni dan primordialisme (baca : sentimen wilayah) sosok asal ketua umum. Seperti Ketua Umum PB HMI saat ini yang dijabat oleh Noer Fajriansyah yang berasal dari HMI Cabang Jakarta Timur. Jika dikaitkan dengan fakta empiris, dalam rentan waktu 40 tahun, memang jabatan Ketua Umum PB HMI kerap dijabat dari luar cabang Jakarta. Terakhir yang menjabat Ketua Umum HMI dari cabang Jakarta adalah Akbar Tanjung pada tahun 1972. Oleh karena itu beberapa alumni HMI dari Cabang Jakarta memiliki kepentingan besar atas kepemimpinan PB HMI Noer Fajriansyah vis a vis terhadap kepentingan yang berasal dari luar cabang Jakarta. Walaupun tidak memiliki korelasi optimal, namun issue kepentingan primordialisme asal sosok ketua Umum PB HMI ini, kerap mengemuka dan menjadi bagian dari dinamika kritis Internal HMI yang berujung pada konflik organisasi yang bersifat laten.

2. Seperti diketahui, Noer Fajriansyah terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI berdasarkan hasil koalisi dengan Sukmono Kumba dari Cabang Makasar. Koalisi yang dibangun dua kandidat ini mengalahkan kandidat dari Cabang Bulak Sumur, Yogyakarta, Ahmad Nasir Siregar. Pasca naiknya Noer Fajriansyah, kelompok Sukmono Kumba kemudian mendapat beberapa posisi  strategis di PB HMI. Salah satunya adalah Sekjen PB HMI yang dijabat oleh Basri Dodo. Sukmono Kumba kemudian menjadi fungsionaris di DPP Partai Demokrat pimpinan Anas Urbaningrum. Kedekatan antara Sukmono Kumba dengan Anas Urbaningrum serta Wasekjen Partai Demokrat Saan Mustofa inilah yang kemudian dianggap oleh kelompok di luar cabang Jakarta dan diluar Partai Ddemokrat telah melemahkan idealisme HMI sebagai organisasi mahasiswa Islam yang kritis terhadap kekuasaan.

3. Hubungan ini dikuatkan dengan dukungan penuh Anas Urbaningrum dan Saan Mustofa baik secara pembiayaan maupun jaringan kepada Sukmono Kumba di Konggres  HMI ke-27 di Depok. Oleh karena itu Partai Demokrat yang dipimpin oleh Anas Urbaningrum mampu mempengaruhi arah gerakan PB HMI mengingat besarnya kekuatan politik yang dimiliki oleh kelompok Sukmono Kumba di Internal PB HMI.  Analisis atas fakta ini pernah diungkapkan oleh Mantan Rektor UIN Jakarta Azyumardi Azra, terkait tidak ikutnya PB HMI dalam aksi memperingati satu tahun Pemerintahan SBY-Boediono pada tangal 20 Oktober 2010, yang bertendensi mengkritisi kebijakan pemerintah.

4. Dekatnya hubungan beberapa petinggi Partai Demokrat dengan PB HMI ini kemudian membuat ketidaknyamanan beberapa alumni yang berada diluar Partai Demokrat. Guliran isu terkait dugaan korupsi Wisma Atlet dan Hambalang yang melibatkan Anas Urbaningrum yang tidak pernah disikapi serius oleh PB HMI menjadi salah satu indikator makin lemahnya sikap HMI terhadap kekuasaan politik pemerintah. Kondisi ini kemudian memicu beberapa kelompok yang kalah pada kongres HMI ke-27 di Depok, guna menggalang opini di lingkar alumni HMI khususnya di Partai Golkar untuk menjatuhkan Noer Fajriansyah sebagai Ketua Umum PB HMI. Kelompok yang gencar menggalang kekuatan untuk menjatuhkan Noer Fajriansyah adalah kelompok Makasar dan kelompok Jakarta. Kedua kelompok ini memiliki kepentingan yang sama yaitu melepaskan pengaruh PB HMI dari kepentingan Partai Demokrat, dan menggunakan PB HMI sebagai alat bargaining politik.

5. Kelompok Makasar yang dikomandoi oleh Syamsuddin Rajab diduga memiliki kepentingan terhadap PB HMI sebagai alat bargaining politik untuk masuk kedalam kekuasaan. Sebab, Syamsuddin Rajab saat ini sudah lolos seleksi administratif terkait pencalonan dirinya sebagai anggota Komnas HAM peridoe 2012-2017. Dalam konteks ini, maka kelompok Makasar membutuhkan beberapa organisasi. Salah satunya PB HMI, untuk mendukung dan mempresure Pemerintah untuk memuluskan kepentingannya. Selain itu, Syamsuddin Rajab yang juga duduk sebagai Koordinator MPK PB HMI diduga meminta dukungan PB HMI untuk merekomendasikan dirinya menjadi salah satu Komisaris disalah satu BUMN. Kepentingan Syamsuddin Rajab inilah yang kemudian di demarkasi oleh Ketua Umum PB HMI, Noer Fajriansyah. Dalam konteks ini, ketidaknyamanan Syamsuddin Rajab makin mengemuka dan membuka arah konflik makin kuat di tubuh HMI untuk menjatuhkan Ketua Umum PB HMI.

Selain kelompok Makasar, resistensi terhadap PB HMI juga di dorong oleh Kelompok Jakarta yang dikomandoi oleh Imam Nasrullah. Imam Nasrullah adalah pengurus DPP Partai Golkar. Saat ini Imam menjadi staff khusus Ade Komarudin (salah satu petinggi Partai Golkar). Kepentingan Imam Nasrullah diduga adalah untuk mengikis pengaruh Partai Demokrat didalam tubuh PB HMI yang saat ini dinilai lembek dalam mengkritisi Pemerintahan SBY-Boediono.

6. Karena memiliki kepentingan yang sama yakni mengeliminasi pengaruh Partai Demokrat dalam tubuh HMI, kelompok Makasar dan kelompok Jakarta kemudian membidani lahirnya Gerakan Nasional untuk Penyelamatan HMI yang dikordinatori oleh Dwi Julian dan tujuh staf ketua PB HMI. Salah satu Issue untuk mendestrukturisasi legitimasi ketua umum PB HMI, dimulai dengan mengulirkan isu skandal asmara Noer Fajriansyah dan penggadaian aqidah HMI setelah kunjungan Noer Fajriansyah ke Vatikan. Dwi Julian kemudian dijadikan koordinator gerakan penjatuhan Noer Fajriansyah tersebut dengan cara menggalang kekuatan dan opini publik secara negatif ke seluruh cabang se-Indonesia. gerakan cipta kondisi dan penggalangan ini, diduga memerlukan biaya sangat besar. Dan dari infromasi yang didapat  dilingkaran PB HMI, Dwi Julian ternyata didanai oleh Ferry Mursyidan Baldan untuk memperlancar proses cipta kondisi dan penggalangan tersebut sampai ditingkat cabang se-Indonesia.

7. Seperti diketahui, Ferry Musyidan Baldan adalah mantan Ketua Umum PB HMI periode 1990-1992, dan pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI dari tahun 1997-2009 dari Partai Golkar. Namun pasca munas Partai Golkar tahun 2011, Ferry hijrah ke Nasional Demokrat. Hal ini dikarenakan kalahnya Surya Paloh dalam suksesi tersebut yang didukung oleh Jusuf kalla. Seperti yang telah dianalisis sebelumnya, Ferry Mursyidan Baldan diduga kuat mendanai gerakan untuk menggalang kekuatan untuk menjatuhkan Noer Fajriansyah. Dana tersebut diduga didapat dari dukungan Israel. Kedekatan  Ferry Mursyidan Baldan dengan Israel sebenarnya tidak terlepas dari kedekatannya dengan Jusuf kalla. Awalnya pada tahun 2000 sewaktu Jusuf Kalla menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian yang waktu itu mengeluarkan peraturan untuk mencabut pelarangan hubungan dagang antara Indonesia dan Israel. Khususnya di sektor perdagangan swasta. Pencabutan pelarangan hubungan dagang antara Indonesia dan Israel oleh Jusuf Kalla ditindaklanjuti oleh KADIN yang pada waktu itu dijabat oleh MS. Hidayat dengan mengunjungi Israel pada tanggal 25-29 Juni 2006 dan menandatangani perjanjian kerjasama ekonomi dengan Manufacturers Association of Israel (MAI). Kebijakan ini berlanjut sampai dengan Menteri Perdagangan dijabat oleh Luhut Pandjaitan dan sampai sekarang yang dijabat oleh MS. Hidayat.

8. Oleh karena itu sangat wajar jika pada tanggal 25 April 2012 Ferry Mursyidan Baldan bersama Sekjen PB HMI Basri Dodo dan beberapa mantan Ketua Umum PB HMI Fajar Zulkarnaen dan Arif Mustofa beserta petinggi KADIN menghadiri Perayaan Kemerdekaan Irael yang ke 64 di gedung School of the Arts, Singapura. Terkait dengan keterlibatan Ferry Mursyidan Baldan tersebut, diduga yang bersangkutan mempunyai kepentingan besar dalam pilpres 2014 mendatang melalui kendaraan politiknya di Nasdem. Dan sangat dimungkinkan jika segala upaya yang dilakukannya bertujuan untuk mencari dukungan politik maupun dukungan finansial dari agen Zionis untuk membesarakan Partai Nasdem kedepan. Sebab bagi Zionis, untuk membantu pendanaan salah salah satu Partai di Indonesia, maka diperlukan pula kedekatan moral dan politik antara tokoh organisasi politik dengan Zionis terkait upaya memuluskan kepentingannya di Indonesia.

9. Masuknya kepentingan Israel didalam tubuh PB HMI yang dibawa oleh Ferry Mursyidan Baldan inheren seperti pada masa kepemimpinan Fajar Zulkarnaen menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2006-2008. Dimana pada waktu itu, KADIN juga melakukan kunjungan ke Israel. PB HMI membuka komunikasi langsung dengan Kedubes Irael di Singapura. Komunikasi yang intens antara Ketua Umum PB HMI dengan Kedubes Israel kemudian dilanjutkan kembali pada masa kepemimpinan Arif Mustofa saat menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2008-2010. Hubungan Israel dengan PB HMI makin jelas, ketika pada periode ini Israel memberikan bantuan dana sebesar US$ 500 ribu kepada PB HMI untuk membantu bencana gempa di padang pada tahun 2009. Bantuan tersebut diberikan oleh Kedubes Israel yang diwakili oleh Prof Zulkifli Zaman Khan (Deputi Presiden Waidm Murdoch University). Zulkifli Zaman Khan adalah pakar Asuransi dan sering menjadi pembicara diseminar-seminar besar mengenai Asuransi dan Pertambangan.

Dimasa kepemimpinan Noer Fajriansyah inilah kebijakan PB HMI terhadap isu-isu Israel sangat berbeda. Noer Fajriansyah menolak beberapa bantuan yang diberikan oleh Dubes Israel melalui Zulkifli Zaman Khan. Noer Fajriansyah beberapa kali juga diundang oleh Dubes Israel di Singapura, namun Noer Fajriansyah selalu menolak. opini penolakan Ketua Umum PB HMI tersebut, oleh beberapa kader HMI diduga karena Noer Fajriansyah lebih memilih membangun komunikasi dengan Vatikan ketimbang Israel. Bahkan pada peringatan reformasi ke-13 tahun di PB HMI, Noer Fajriansyah mengeluarkan pernyataan ketidakrealaannya kepada Pemerintah RI jika terjalin hubungan diplomatik dengan negara Israel. Pernyataan inilah yang kemudian membuat beberapa alumni HMI “agen Zionis” menjadi tidak nyaman atas arah dan kebijakan orientasi organisasi HMI..

10. Alhasil, analisis fakta tersebut diatas, kelompok Sukmono Kumba yang semula mendukung kepemimpinan Noer Fajriansyah, kemudian berbalik menjatuhkan Noer Fajriansyah sebagai Ketua Umum PB HMI. Upaya menjatuhkan Noer Fajriansyah dilakukan dengan membuat Keputusan MPK PB HMI yang memutuskan memecat Noer Fajriansyah dan beberapa pengurus PB HMI sebagai Ketua Umum dan pengurus PB HMI peridode 2010-2012, dengan digantikan oleh Basri Dodo sebagai Pjs Ketua Umum PB HMI, yang sebelumnya sebagai Sekjen PB HMI. Bertemunya kepentingan kelompok Sukmono dan beberapa alumni HMI agen Zionis dikuatkan dengan Kehadiran Ferry Mursyidan Baldan, Fajar Zulkarnaen, Arif Mustofa dan Basri Dodo pada perayaan kemerdekaan Israel ke-64 di Singapura, ditambah lagi akan diadakannya pertemuan Pemuda International di Tel Aviv Israel pada bulan Juni 2012 ini dan PB HMI diundang untuk menghadiri pertemuan tersebut.