Tekanan Meningkat, Mahathir Dukung Penggulingan PM Najib

Media : INVESTOR DAILY | Wartawan : Happy Amanda Amalia | Senin, 31 Agustus 2015  | 12:48 WIB

KUALA LUMPUR - Tekanan yang dialami Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak semakin meningkat. Hal ini karena pengaruh dari mantari pemimpin Mahathir Mohamad yang ada di balik prates massa, nnenuntut penggulingan sang perdana menteri atas skandal keuangan.

Puluhan ribu warga Malaysia berpakaian kuning dari gerakan pro-reformasi telah menggelar aksi demonstrasi dalam dua hari selama akhir pekan. Aksi tersebut,.menuntut pemecatan Najib, menutup pusat kota bagai suasana karnaval, menggelar orasi, bernyanyi dan berdoa.

Tapi kemunculan Mahathir (90 tahun) mencuri perhatian para pem-rotes, pada Minggu (30/8). Bahkan, kedatangannya disambut bak bintang rock.

Dalam konferensi mendadak, Mahathir meminta maaf atas peranannya karena membantu Najib berkuasa. Dia menuduhnya menyalahgunakan kekuasan supaya dapat terus menjabat dan menghindar dari dakwaan.

“Dia tahu ketika dia tidak memiliki kekuasaan, dia bisa dihadapkan ke pengadilan. Pengadilan bisa men-jatuhkan vonis bersalah dan dia bisa masuk penjara,” ujar Mahathir kepada wrartawan.

Najib sendiri sudah berada di bawah tekanan keras sejak Wall Street Journal menerbitkan dokumen Malaysia, pada bulan lalu, yang memperlihatkan dana sebesar hampir US$ 700 juta disetorkan ke rekening bank pribadi sejak 2013.

Pada awalnya, Najib menyebut laporan tersebut palsu dan berbahaya. Tapi menteri-menteri di kabinetnya mengakui adanya transfer serta me-nolak menyebut dana itu merupakan ‘sumbangan politik’ dari sumber yang tak dikenal asal Timur Tengah. Bahkan, rekening bank telah ditutup dan nasib uangnya masih belum diketahui.

Tuntut Transparansi

“Saya ada di sini untuk menuntut transparansi. Negara ini sedang menuju kebangkrutan dan kita harus hentikan Najib dan menggtilingkan rezim korup,”ungkap se orang pem-rotes, Mustapha Abdul J alii (40 tahun), seorang pengusaha.

Najib sendiri telah menghadapi tuduhan selama berbulan-bulan karena sejumlah besar uang negara hilang akibat kesepakatan yang meli-batkan perusahaan investasi milik pemerintah yang dia luncurkan pada 2009, IMalaysia Development Berhad (1MDB).

Namun, penyelidikan terhadap berbagai tuduhan yang muncul terhenti, setelah pada akhir Juli 2015, Najib memecat atau memutasi para pejabat dan anggota-anggota parlemen yang meluncurkan penyelidikan.

Najib membantah melakukan ke-salahan dan mengatakan bahwa dia adalah target konspirasi politik. Mahathir sendiri menjadi kritikus keras Najib selama lebih dari setahun, menudingnya melakukan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan melakukan kesalahan dalam mengelola perekonomian.

Mahathir masih membayang-ba-yangi setelah membawa koalisi Partai Barisan Nasional berkuasa sejak 1981-2003. Menurut para kritikus pada saat menjabat, pembangunan ekonomi terlihat berkembang pesat tapi kroni-kroni kapitalisme kian mengakar dan lembaga-lembaga independen yang penting, seperti peradilan telah tumbang.

Kehadiran Mahathir di aksi demonsr trasi kemungkinan akan meningkatkan tekanan pada Najib, yang berkuasa pada 2009, setelah Mahathir disingkirkan dari pengganti yang di-pilih sendiri, Abdullah Ahmad Badawi. Namun sebagian besar analis politik tidak percaya bahwa Mahathir masih memiliki kekuatan untuk menjatuhkan Najib.
Baru-baru ini, Najib disingkirkan kritikus dalam kabinetnya dan secara luas dianggap memiliki kontrol kuat
dari partai kuat berkuasa, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), (afp)