Israel Ambil Sikap Tegas Situasi di Masjid Al-Aqsa Kembali Tenang

Media : KOMPAS | Wartawan : (AFP/REHTERS/AP/CAL) | Kamis, 17 September 2015  | 11:36 WIB

JERUSALEM, RABU — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Rabu (16/9), memutuskan mengambil sikap tegas terhadap para pemuda Palestina yang terlibat bentrok dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa, Jerusalem. Mereka akan diperiksa dan dikenai hukuman yang setimpaL

Sikap tegas Israel diumumkan setelah tiga hari pecah bentrokan di kompleks masjid. Rabu, situasi kembali tenang. Polisi bersikap hati-hati agar tidak menambah panas situasi.

Kompleks dijaga ketat tentara. Lima belas orang Yahudi ber-kunjung ke lokasi pada Rabu pagi dengan didampingi otoritas Muslim pengelola kompleks dan se-orang perwira Israel.

Netanyahu mengumumkan sikap tegas Israel di awal pertemuan darurat dengan para menteri dan petinggi keamanan. Bentrokan antara pemuda Palestina dan petugas keamanan Israel di Al-Aqsa terjadi setelah seorang pengendara Israel tewas gara-gara mobilnya terkena lem-paran batu dari pemuda Palestina, Minggu, di Jerusalem.

"Diputuskan menerapkan langkah-langkah tegas. Sedang dibahas perubahan sejumlah peraturan, termasuk hukuman minimum bagi orang yang me-lempar batu/' ucap Netanyahu.

Anak di bawah umur la mengatakan, akan ada ”denda yang signifikan” bagi anak di bawah umur yang melakukan pel anggaran dan bagi orangtua anak itu. ”Sekali lagi telah terbukti bahwa batu bisa membunuh,” ka-tanya menyinggung kematian pe-ngemudi Israel, Minggu lalu.

Adapun dalam pertemuan darurat Selasa irialam, Netanyahu bersikeras bahwa status quo di masjid harus dijaga Umat Islam dapat mengunjunginya ketika mereka mau menggunakan tem-pat itu. "Israel bertekad mem-pertahankan status quo di tempat itu,” ungkapnya.

Netanyahu menyatakan, ia tidak akan membiarkan para pem-buat keonaran mengganggu orang-orang Yahudi lagi. Menurut polisi, mereka telah mem-bersihkan puing-puing di pintu masjid dan menutup pintu bagi orang-orang yang telah melem-par batu, kembang api, dan ben-da-benda lainnya kepada pasuk-an keamanan yang berada di sekitar masjid.

Masjid Al-Aqsa adalah tempat tersuci ketiga bagi umat Muslim setelah Masjid Al-Haram di Mek-kah dan Masjid Al-Nabawi di Madinah. Bagi orang Yahudi, kompleks Masjid Al-Aqsa juga merupakan tempat suci.

Massa pengunjuk rasa dari ka-langan Muslim khawatir, Israel akan berusaha mengubah peraturan di tempat suci itu. Sejumlah kelompok Yahudi sayap kanan meminta lebih banyak ak-ses ke dalam kompleks masjid.

Picu ketegangan

Orang Yahudi diperbolehkan mengimjungi tempat suci itu pada waktu-waktu tertentu. Namun, mereka dilarang berdoa di tempat itu karena berpotensi memicu ketegangan.

Kedatangan lebih dari seribu turis dan orang Yahudi untuk merayakan Tahun Baru Yahudi semakin memperkuat kekhawa-tiran dj kalangan warga Palestina dan otoritas Muslim. Mereka khawatir Israel menghapuskan peraturan yang berlaku saat ini, menggantinya dengan peraturan yang memungkinkan pembagian penggunaan tempat suci itu. Yahudi diberi kesempatan meng-unjungi saat pagi, dan Muslim setelahnya ^ Direktur Masjid, Al-Aqsa Omar Kiswani menuding polisi sebagai penyebab terjadinya ketegangan.