PALESTINA Pengibaran Bendera di PBB, Momen Bersejarah

Media : KOMPAS | Wartawan : (AFP/REUTERS/RET) | Jumat, 02 Oktober 2015  | 14:01 WIB

NEW YORK CITY, KOMPAS — Bendera Palestina untuk per-tama kali berkibar di markas Per-serikatan Bangsa-Bangsa, Rabu (30/9), di New York City, Ameri-ka Serikat Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta badan dunia itu menjamin keanggotaan penuh Palestina ”Ini merupakan momen bersejarah. Saya berseru kepada rakyat saya di mana pun, naikkan bendera Palestina setinggi-tingginya karena itu adalah simbol identitas kita,” kata Abbas.

Wartawan Kompas, Wisnu Dewabrata, yang menghadiri upacara pengibaran bendera Palestina, melaporkan, upacara di-hadiri Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Ratusan diplomat dan jumalis asing dari sejumlah negara memadati lokasi acara Mereka bergembira saat bendera berwama merah, hitam, putih, dan hijau itu mulai berkibar.

Dalam sambutannya, Ban Kimoon mengungkapkan, ”Kini saatnya Israel dan Palestina kem-bali percaya diri mewujudkan penyelesaian damai dan mewujudkan dua negara untuk dua bangsa”

Penaikan bendera ini merupakan hasil resolusi Sidang Umum PBB pada 10 September lalu>Dengan dukungan 119 suara, 45 sua-ra abstain, dan 8 suara menolak, bendera Palestina akhimya bisa berkibar. Dari daftar yang diteri-ma Kompas, selain Israel dan Amerika Serikat, negara yang menolak resolusi ialah Australia, Kanada, Kepulauan Marshall, Negara Federasi Mikronesia, Palau, dan Uganda.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi menyata-kan, Palestina sebelumnya khu-sus meminta Indonesia mem-bantu melobi negara-negara lain untuk mendukung resolusi pengibaran bendera Palestina.

”Memang pengibaran bendera tak langsung berimplikasi pada perubahan status Palestina saat ini. Namun, hal itu menunjukkan besamya dukungan masyarakat intemasional terhadap kemerde-kaan Palestina dan keanggotaan penuh mereka di PBB,” ujamya

Pengajar pemerintahan dan politik Timur Tengah UGM, Siti Mutiah Setiawati, berpendapat, pengibaran bendera Palestina di PBB merupakan perkembangan barn. "Bendera sebagai identitas nasional sangat penting. Ini ber-arti pengakuan intemasional adanya Palestina,” katanya

Ke depan, penyelesaian damai, menurut Siti, sangat bergantung pada Israel sebagai pihak yang kuat Palestina harus mencari pendukung agar posisi tawamya menjadi lebih seimbang.

Analis politik dan pemikiran Timur Tengah, Zuhairi Misrawi, mengapresiasi keberanian lang-kah Ban Ki-moon sehingga bendera Palestina bisa mengangkasa di PBB. Namun, jalan panjang masih harus dilalui untuk mewujudkan cita-cita negara Palestina Menurut dia, Indonesia bisa ber-peran aktif sebagai inisiator dan mediator. "Indonesia, negara berpenduduk Islam terbesar dan netral, bisa berperan besar,” katanya.