Turki-Rusia Tidak Ingin Eskalasi Militer

Media : KOMPAS | Wartawan : (AP/AFP/REUTERS/SAM) | Kamis, 26 November 2015  | 14:03 WIB

MOSKWA, RABU — Rusia dan Turki, Rabu (25/11), menyatakan sama-sama tidak ingin teijadi eskalasi militer akibat penembakan jet tempur SU-24 Rusia oleh jet teinpur F-16 Turki, Selasa lalu. Eskalasi militer hanya akan mezmperumit upaya intemasio-nal memerangi Negara Islam di Iralc dan Suriah.

Namun, perang klaim dan ka-ta-kata antara Moskwa dan Ankara masih panas. Rusia mene-gaston bakal melancarkan pem-balasan ekonomi lewat perda-gangan dan pariwisata "'Kami tidak merencanakan perang terhadap Turki, sikap ka-mi kepada masyarakat Turki tidak berubah,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kepada wartawan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pula, dirinya tidak menginginkan eskalasi militer terjadi di antara ke-dua negara "Kami tidak mem-punyai niat mengeskalasi insiden ini. Kami hanya mempertahan-kan keamanan dan hak-hak sau-dara kami,” ujarnya.

Turki berang terhadap Rusia yang menyerang warga Suriah keturunan Turki di dekat per-batasan Suriah. Dalam konflik Suriah, kedua negara berseberangan. Ankara ingin Presiden Suriah Bashar al-Assad dileng-serkan, sedangkan Moskwa ingin menyelamatkan Assad.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg meminta kedua negara meredakan krisis. ”Diplo-masi dan penurunan ketegangan penting untuk mengatasi situasi ini,” katanya seusai sidang daru-rat NATO pasca penembakan, Selasa
Penembakan jet tempur Rusia oleh jet tempur Turki merupakan gesekan paling serius yang diakui terbuka antara anggota NATO dan Rusia, setengah abad ter-akhir. Presiden Rusia Vladimir Putin melukiskan insiden itu sebagai "tikaman dari belakang oleh antek-antek teroris”.

Putin mengklaim, jet tempur Rusia ditembak pada posisi 1 kilometer di wilayah Suriah. Namun, dalam sur&t kepada Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Turki untuk PBB Halit Cevik mengatakan, jet tempur Rusia ditembak saat berada 2,19 kilometer di wilayah Turki selama 17 detik sejak pukul 07.24 GMT atau 14.24 WIR

Dalam insiden itu, satu dari dua pilot Rusia tewas ditembak pasukan oposisi dari darat saat teijun dengan parasut. Pilot lain
diselamatkan pasukan Rusia dan Suriah. Satu lagi tentara Rusia tewas saat helikopter dalam misi penyelamatan dua pilot itu men-darat setelah ditembaki.

Pembalasan ekonomi

Asosiasi Agen-agen Peijalanan Rusia mengatakan, sejumlah agen peijalanan Rusia menghen-tikan penjualan paket wisata ke Turki.    .

Rusia menempati peringkat kedua di bawah Jerman dalam jumlah wisatawan yang berkun-jung ke Turki, membawa pema-sukan ditaksir 4 miliar dollar AS (Rp 54,8 trillun) per tahun.

Perdana Menteri Rusia Dmitiy Medvedev mengungkapkan, pro-yek-proyek keija sama penting bisa dibatalkan dan perusahaan Turki bisa kehilangan pasar di Rusia.