Jokowi Pimpin Diskusi Kontraterorisme KTT ASEAN-AS

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : | Kamis, 18 Februari 2016  | 13:30 WIB

AMERIKA Serikat (AS) dan Perhim-punan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Selasa (16/2) waktu setem-p-at, menutup pertemuan puncak dua hari dengan komitmen meningkatkan keamanan maritim dan kegiatan ekonomi di kawasan tersebut dan merabatasi arus orang-orang militan Asia Tenggara ke wilayah yang dikendalikan kelom-pck radikal Islamic State (IS).

Dalam sesi pembahasan kontrateror-isme di hari terakhir KTT, Presiden Joko Widodo secara khusus diminta oleh Presiden AS Barack Obama untuk me-mimpin diskusi. Alasannya, Indonesia dipandang terdepan dalam bidang itu dan paling banyak bersinggungan dengan terorisme.

Presiden Jokowi mengemukakan perrtingnya kerja sama tiga hal dalam memerangi terorisme, yaitu mempro-mcsikan toleransi, memberantas teror-israe dan ekstremisme, serta mengatasi altar masalah ekstremisme.

“Kombinasi penggunaan hard power dan soft power dibutuhkan dalam mengatasi ekstremisme,” ungkap Jokowi, seperti diutarakan Tim Komu-
nikasi Presiden, Ari Dwipayana, dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, kemarin.
Lebih lanjut Presiden menyatakan pendekatan soft power juga diperkuat. Car any a dengan melakukan pendekatan
agama dan kebudayaan serta melibatkan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi keagamaan.

Menyangkut foreign terrorist fighter (FTF), Presiden mengemukakan hampir semua negara menghadapi masalah yang sama, yakni ada warga negara mereka yang bergabung dengan organisasi teroris mancanegara.

Sebagai penutup, Presiden menyam-paikan gagasannya untuk memanfaat-kan media sosial dalam menghadapi ekstremis dan teroris. Hal itu didasar-kan pada fakta bahwa penyebaran pa-ham radikal dan ajakan bergabung FTF banyak dilakukan via media sosial.

Pada bagian lain, KTT di Sunnylands, California, 15-16 Februari, melahirkan 17 prinsip Deklarasi Sunnylands. Di antara 17 butir prinsip itu ialah penghor-matan atas kedaulatan dan keutuhan teritorial, pentingnya kesejahteraan bersama, ekonomi yang kompetitif dan dinamis, serta mendukung dan menghormati sentralitas ASEAN. (AFP/ Whitehouse.gov/Hym/X-5)