Kunjungan perdana PM India, Narendra Modi, ke Indonesia: 'Untuk apa beli senjata?'

Post Date : Rabu, 30 Mei 2018   | 08:36:44

Perdana Menteri India, Narendra Modi, sudah memulai lawatan pertamanya ke Indonesia selama tiga hari yang akan dilanjutkan ke Singapura dan Malaysia.

Pada Rabu (30/05), Modi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, masyarakat India di Indonesia, serta kalangan dunia usaha. Menurut rencana, dia juga akan mengunjungi Masjid Istiqlal di Jakarta.

Lawatan perdana Modi ke Indonesia juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) di bidang kerja sama pertahanan, antara lain terkait dengan meriam air buatan Pindad dan Tata Motors.

"Yang menarik, dalam hubungan kita dengan India, kita bisa melakukan joint production. Misalnya, untuk industri strategis. Contohnya water canon antara PT Pindad dan Tata Motors yang akan dipamerkan saat PM Modi berkunjung," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, sehari sebelum lawatan yang dimulai Selasa (29/05).

Saat ini India memang dipandang sebagai salah satu negara yang maju dalam hal teknologi persenjataan seperti baja, teknologi informasi, dan nuklir.

"Jadi ada kerja sama-kerja sama yang sifatnya berkaitan dengan teknologi. Selain ada kemungkinan penjualan sebagian produk dari Indonesia, juga akan dicoba dipakai oleh India," jelas Riefqi Muna, peneliti kebijakan luar negeri dan keamanan dari LIPI.

"Meskipun India memproduksi lebih banyak peralatan keamanan dan sudah lebih maju, namun di situ ada peluang yang cukup baik."

Indonesia dan India memang telah memiliki sejumlah kesepakatan dalam bidang pertahanan, seperti tukar menukar pelatihan keamanan, tetapi pada tingkat operasionalnya dinilai belum memuaskan oleh pengamat.

Dan sebagian pihak memandang seharusnya Indonesia beranjak dari industri pertahanan dengan, antara lain, lebih menawarkan tempat-tempat wisata di Indonesia.

"Kalau saya jadi presiden, saya nggak pergi ke alutsista. Ngapain? Dunia sudah berubah. Ngapain beli alat segala macam? Perang nggak ada lagi kok," kata Marzuki Usman, Ketua Indian Chamber of Commerce in Indonesia atau Indcham, yang mempromosikan kerja sama bisnis dan ekononomi Indonesia-India.

"Kita tawarkan negeri kita untuk pariwisata, spending their weekend(menghabiskan akhir pekan mereka). Kenapa tidak?" sambungnya.

Marzuki juga mengangkat jarak geografis yang dekat antara India dengan Indonesia, dengan yang terdekat hanya sekitar 18 mil laut atau 33,3 km, yaitu antara kepulauan Andaman di India dengan Aceh.

Perdagangan bebas

Salah satu hal yang diharapkan bisa ditingkatkan dengan negara yang berbatas laut dengan Indonesia ini adalah peningkatan keamanan maritim pada jalur Banda Aceh-Medan-Penang-Phuket-Andaman.

"Karena kita berbatasan laut, saya melihat bahwa secara khusus kita akan lebih penting juga untuk meningkatkan kerjasama sektor keamanan maritim, karena kita sama-sama berada di Samudra Hindia di sebelah timur," jelas Riefqi Muna.

"Di situ ada Indonesia, India, ada Malaysia, Thailand dan sebagainya, sehingga Indonesia dan India bisa meningkatkan kerjasama maritime security (keamanan laut) dan juga maritime safety (keselamatan laut) secara bersamaan."

Sementara Marzuki Usman -yang pernah menjadi menteri pariwisata pada pemerintahan Presiden BJ Habibie (1998-1999)- berpendapat pembentukan kerjasama keempat negara tersebut akan mempermudah globalisasi dan perdagangan bebas.

"Saya mengusulkan sekarang, dalam rangka globalisasi dari 2020, dalam waktu dekat akan kita adakan antara Andaman Nicobar, India, dengan Phuket, Penang, Medan dan Aceh. Orang-orang yang datang ke Indonesia melalui Andaman Nicobar masuk Indonesia, selesai. Juga orang Indonesia yang pergi India, selesai."

"Orang belum menerapkan perdagangan bebas, kita sudah menerapkan perdagangan bebas antara Indonesia, India, Thailand dan Malaysia," tambah Marzuki Usman yang akan menyampaikan gagasan tersebut saat jamuan makan dengan PM Modi.

Tahun 2017 lalu peringkat penanaman modal India di Indonesia naik dari urutan ke-24 menjadi yang ke-16 dengan nilai investasi US$18,87 miliar atau Rp264 triliun. Sementara jumlah wisatawan India ke Indonesia naik 28%, menjadi 500.000 orang di tahun 2017.

Indonesia merupakan pengekspor minyak sawit dan batu bara ke India.

sumber : BBC