Wakil Ketua DPR: Perkuat Fundamental Ekonomi Hadapi Pelemahan Rupiah

Post Date : Senin, 02 Juli 2018   | 07:23:31

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Bahkan Jumat 29 Juni 2018, mengutip data dari Reuters, dolar AS sudah berada di level Rp14.410. Sejumlah pihak menyebutkan penguatan ini terjadi akibat kondisi eksternal mulai dari ekspektasi kenaikan bunga acuan The Federal Reserve hingga kekhawatiran perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Terkait hal tersebut Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menilai, pelemahan nilai tukar rupiah ini tak bisa terus menyalahkan kondisi eksternal. Kendati kondisi global cukup mempengaruhi nilai tukar rupiah, namun Taufik menilai jika fundamental ekonomi diperkuat, ia yakin rupiah akan bertahan melawan ‘keperkasaan’ dolar AS. Sejumlah mata uang negara lain yang juga melemah, tak bisa dijadikan alasan Indonesia harus bernasib sama.

“Kondisi global memang memberikan pengaruh pada ekonomi kita, khususnya nilai tukar rupiah. Tapi bukan berarti rupiah tak bisa melawan dolar AS. Fundamental ekonomi kita harus diperkuat, agar mampu menahan kuatnya dolar AS. Dengan penguatan fundamental ekonomi, dan berbagai kebijakan, saya rasa rupiah bisa kembali menguat,” kata Taufik dalam keterangan persnya, Jumat 29 Juni 2018.

Taufik menambahkan, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus siaga menghadapi pelemahan rupiah ini. Bahkan tak terus-terusan menganggap ini sebagai sesuatu yang normal atau hanya berlangsung secara musiman. BI harus memberikan intervensi, dan segera memberikan kepastian mengenai kebijakan suku bunga pasar yang baru. Pasalnya, saat ini pasar menunggu kebijakan suku bunga bunga dari BI.

“Pelemahan ini jangan terus-terusan dianggap hal yang normal. Pemerintah dan BI harus fokus memperkuat penguatan fundamental ekonomi, sehingga muncul kepercayaan stakeholder dan investor. Dengan adanya kepercayaan dari investor, maka outflow dana juga dapat diredam. Selain itu, dampak dari melemahnyas rupiah juga berdampak beban pembayaran utang. Ini harus diwaspadai,” tegas politisi PAN itu.

Mengutip data perdagangan Reuters, nilai tukar dolar AS terus menguat sejak awal tahun 2018. Dolar AS pada Januari berada di level Rp13.560 dan sempat turun ke Rp 13.284. Memasuki Februari, dolar AS kembali menguat ke level Rp13.665 dan sempat turun ke Rp13.555. Dolar AS juga kembali menguat hingga level Rp13.689.

Tren penguatan dolar AS berlanjut di bulan berikutnya. Pada Maret, dolar AS berada di level Rp13.874 dan bergerak tidak terlalu jauh hingga April di level Rp13.770. Pada Mei, dolar AS semakin perkasa terhadap rupiah. Dolar AS berada di level Rp13.937 hingga menyentuh Rp14.027 dan sempat turun lagi ke Rp13.946.

Pelemahan dolar AS tidak berlangsung lama, mata uang Paman Sam kembali menguat terhadap rupiah ke level Rp14.084 hingga Rp14.213. Setelah itu, dolar AS perlahan turun cukup dalam ke level Rp13.841 namun selanjutnya terus mengalami penguatan hingga akhir Juni ini. (dpr.go.id)

sumber : viva.co.id