Kasasi PKS Ditolak MA, Fahri Hamzah Menang Lagi

Post Date : Kamis, 02 Agustus 2018   | 04:35:53

VIVA –  Elit Partai Keadilan Sejahtera, Suhud Aliyudin sempat menyampaikan ada opsi partainya abstain di Pemilihan Presiden 2019, jika Prabowo Subianto tidak memilih kader PKS jadi pendampingnya.

Suhud mengklarifikasi pernyataannya itu hanya komentar pribadi, bukan sikap partai.

"Saya ingin nyatakan, itu pernyataan pribadi saya dan bukan merupakan keputusan resmi partai," kata Suhud dalam keterangan yang diberikan, Kamis 2 Agustus 2018.

Suhud menuturkan, ada tahap-tahap yang harus dilalui dalam proses pengambilan keputusan sestrategis itu. Dia menyebut, tahap pertama ada di Dewan Pimpinan Tingkat Pusat.

"Pertama, pembahasan di rapat DPTP (Dewan Pimpinan Tingkat Pusat) sebagai badan pekerja harian Mejelis Syuro," ujar Suhud.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan mengabulkan gugatan perdata yang diajukan oleh Fahri Hamzah. Gugatan perdata yang diajukan wakil ketua DPR RI itu terkait pemecatan dirinya dari keanggotaan PKS.

Pengadilan menerima gugatan Fahri dan menjatuhkan hukuman kepada PKS membayar Rp30 miliar kepada Fahri. PKS kemudian mengajukan langkah hukum dengan mengajukan banding. Namun, Pengadilan Tinggi memenangkan Fahri Hamzah. Tak puas PKS kemudian mengajukan kasasi ke MA. Dan dalam keterangan resmi yang disampikan MA melalui websitenya, MA menolak kasasi yang diajukan PKS tersebut. (mus) 

 

sumber: https://www.viva.co.id/berita/politik/1060391-soal-abstain-pilpres-pks-itu-pendapat-pribadi