Demokrat: Pilkada DKI Jadi Bukti Lembaga Survei Tak Bisa Dipercaya

Post Date : Selasa, 09 Oktober 2018   | 09:05:26

VIVA – Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku hanya percaya dengan suara rakyat. Ia tak percaya lagi dengan hasil survei lembaga survei berkaca pada Pilkada DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Kami percaya suara rakyat dan kami tak percaya lembaga survei lagi. Pilkada Jakarta dan Pilkada Jabar cukup menjadi bukti bagi kami dan cukup menjadi alasan untuk tidak percaya," kata Ferdinand saat dihubungi, Selasa 9 Oktober 2018.

Ia memastikan koalisinya akan tetap bekerja keras memenangkan Prabowo-Sandi. Karena fakta lapangan selalu menunjukkan acara yang diadakan Prabowo-Sandi selalu lebih ramai. "Dan mendapat sambutan lebih baik dan lebih banyak dibanding acara yang dihadiri Jokowi-Ma'ruf," kata Ferdinand

Ferdinand menambahkan rasa tak percaya pada lembaga survei muncul lantaran mereka pernah dipanggil ke Istana. Lalu media-media ia tuding seperti bertekuk lutut menjadi pembawa pesan kepentingan kekuasaan.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan menganalisis Jokowi akan berpeluang lebih baik untuk menang dalam Pilpres 2019 bila berkaca pada riwayat survei Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang selalu unggul di atas lawannya pada periode awal. Berbeda dengan Megawati yang surveinya sebagai calon petahana selalu rendah.

sumber: viva