Analisis Pemberitaan Media Periode 20-24 Februari 2012

Post Date :2012-02-28 13:18:05

A.     DESKRIPSI KEGIATAN

Adapun keterangan mengenai prosedur dan tahapan kegiatan analisis pemberitaan media adalah sebagai berikut :

  • Media massa yang digunakan sebagai objek riset media ini berjumlah 8 (delapan) media cetak berskala nasional dan 3 (tiga) media online. Adapun media massa tersebut adalah :

  • Media cetak     : Kompas, Media Indonesia, Rakyat Merdeka, Suara  Karya,Bisnis Indonesia, Investor Daily, IndoPos dan  Suara Pembaruan

  • Media online   : Detik News, Antara News dan Viva News

  • Kegiatan ini berlangsung selama 7 (tujuh) hari, terhitung sejak 20 Februari 2012.

 

B.     TREND ISU PEMBERITAAN

Dari tanggal 20 s/d 24 Februari 2012, pemberitaan media didominasi oleh peristiwa politik dan ekonomi nasional. Adapun tiga trend issue tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Kasus suap wisma atlet
  2. Kenaikan harga BBM, dan
  3. Kelanjutan penanganan kasus hukum John Key

Berdasarkan kalkulasi yang telah dilakukan, dapat diketahui statistika trend pemberitaan media sebagai berikut :


  • Berdasarkan data statistika tentang trend pemberitaan di atas, diketahui bahwa isu kasus suap wisma atlet masih menjadi trending topic di beberapa media. Dinamika di balik setiap persidangan Nazaruddin selalu memunculkan wacana baru yang menarik perhatian publik.

  • Topik seputar tata kelola BBM melambung ke peringkat kedua,  setelah wacana semakin mengerucut pada rencana kenaikan harga BBM. Kini media memfokuskan perhatian pada rencana kenaikan harga BBM pasca Presiden mengumumkan hal ini beberapa waktu yang lalu.

  • Pasca penangkapan John Key, kontroversi seputar pemberantasan premanisme terus menjadi sorotan media. Tingginya perhatian media terhadap persoalan ini, dipicu oleh terjadinya berbagai peristiwa sosial yang identik dengan kekerasan serta dinamika di balik proses hukum kasus John Key itu sendiri.

  • Sementara itu, beberapa isu lain yang cukup menonjol di antaranya adalah kerusuhan Lapas Kerobokan Bali, laporan PPATK tentang 2000 transaksi mencurigakan milik anggota DPR, Kasus suap yang diduga melibatkan Menakertrans serta hasil survei LSI terhadap elektabilitas partai dan calon Presiden 2014. Semua berita tersebut tersebar secara luas di media cetak maupun online, dan berpotensi menjadi trend pemberitaan pada periode mendatang.

Penjelasan mengenai isi media terkait tiga trend pemberitaan di atas, adalah sebagai berikut :

1)    Kasus Suap Wisma Atlet

  • Dengan persentase pemberitaan mencapai 19% (online) dan 28% (cetak), kasus suap wisma atlet masih menjadi isu dominan di beberapa media massa. Topik utama dari pemberitaan media adalah persidangan terdakwa Nazaruddin dengan mendengarkan keterangan saksi, Menpora Andi Mallarangeng. Media menyoroti hal ini untuk mengetahui kebenaran pernyataan terpidana Mindo Rosalina Manullang, bahwa Menpora pernah meminta fee 8% dalam pembangunan wisma atlet.

  • Berdasarkan catatan media, diketahui bahwa Menpora membantah semua tuduhan tersebut dan menyangkal keterlibatan adiknya yaitu Choel Mallarangeng dalam kasus suap wisma atlet. Pernyataan ini dikutip dari perdebatan antara tim kuasa hukum Nazaruddin dengan Menpora, selama persidangan Tipikor berlangsung.

  • Hal lain yang cukup menonjol dalam pemberitaan media adalah tentang perkembangan dugaan politik uang di dalam Kongres Demokrat oleh tim sukses Anas. Beberapa pengurus partai di daerah, mengkonfirmasi adanya praktek politik uang tersebut. Angle yang digunakan media adalah mengeksploitasi dampak politik dan hukum atas peristiwa ini, yaitu pendelegitimasian posisi Anas sebagai Ketum serta potensi tindak pidana yang dapat menjerat para petinggi partai karena terlibat secara aktif mendistribusikan uang hasil korupsi.

  • Stakeholder yang banyak mempengaruhi opini publik di antaranya adalah dari kalangan legislatif dan elit politik Demokrat. Kalangan DPR dari partai oposisi dan kelompok kritis, tercatat berkontribusi membentuk opini negatif dengan terus mendesak KPK untuk melengkapi bukti-bukti agar dapat menjerat para petinggi Demokrat yang selalu menyangkal keterlibatannya dalam suap wisma atlet ini.

  • Sementara kalangan internal Demokrat, dijelaskan oleh media, sangat intensif mewacanakan penyelesaian politik uang melalui mekanisme formal kepartaian. Kegaduhan di tubuh partai juga masih terlihat dari berbagai perilaku elit politisi, yang seringkali melontarkan pernyataan kontra produktif, seperti pemboikotan terhadap pers dan pemberian somasi terhadap dua media elektronik yaitu Metro TV serta TV One.

2)    Rencana Kenaikan Harga BBM


  • Dengan persentase pemberitaan mencapai 9% (online) dan 21% (cetak), rencana kenaikan harga BBM menjadi isu ekonomi paling dominan di beberapa media. Media menempatkan wacana ini sebagai peristiwa paling aktual dan menjadi penyebab utama serangkaian fluktuasi kondisi perekonomian beberapa waktu mendatang.

  • Topik utama dari pemberitaan media adalah seputar sikap Presiden, yang mengindikasikan akan menaikkan harga BBM akibat melonjaknya harga minyak dunia. Dalam berbagai kesempatan pidato yang terekam media, Presiden menyatakan bahwa kanaikan harga BBM ini ditempuh untuk menyelamatkan keseimbangan fiskal negara.

  • Berbagai isu turunan atas mencuatnya wacana kenaikan harga BBM ini adalah sebagai berikut :
  • Sosialisasi jajaran menteri bidang perekonomian mengenai latar belakang kenaikan harga BBM dan upaya mengantisipasi dampak sosialnya 
  • Apresiasi kalangan DPR dan pengamat atas sikap pemerintah
  • Reaksi negatif tentang potensi terjadinya benturan peraturan perundang-undangan
    • Berdasarkan grafik narasumber di atas, diketahui bahwa stakeholder pembentuk opini dalam pemberitaan ini, didominasi oleh pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar memanfaatkan media untuk melakukan sosialisasi rencana kenaikan harga BBM. Sementara kalangan DPR belum menunjukkan resistensi yang signifikan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, beberapa anggota DPR mendukung langkah pemerintah, dengan sedikit sekali mempersoalkan tumpang tindih regulasi.

    • Implikasi dari kenaikan harga BBM ini berpotensi memicu terjadinya inflasi hingga mencapai 7%. Hal ini dipastikan meningkatkan harga berbagai komoditi kebutuhan masyarakat. Pemberian BLT bagi masyarakat miskin untuk meminimalisir dampak kenaikan BBM, sangat rentan dipolitisasi oleh kalangan legislatif.

    3)    Kasus Hukum John Key

    • Sejak ditangkap pada pertengahan bulan ini, kasus John Key terus menjadi sorotan media. Reputasi John Key sebagai preman ‘kelas kakap’ menjadi daya tarik tersendiri bagi publik dan kalangan media. Dengan persentase pemberitaan mencapai 5% (online) dan 7% (cetak), kasus ini menjadi isu sosial hukum paling menonjol selama seminggu terakhir.

    • Topik utama pemberitaan media, didominasi oleh kontroversi seputar prosedur penangkapan John Key yang dinilai tidak sesuai dengan SOP. Atas dugaan pelanggaran prosedur penangkapan ini, John Key mengajukan gugatan pra peradilan. Hal ini dijadikan angle oleh media, untuk mengeksploitasi isu mengenai kekuatan supremasi hukum menghadapi premanisme.

    • Isu lain yang menjadi topik pemberitaan adalah terjadinya serangkaian peristiwa, mulai dari aksi mendukung penanganan kasus John Key hingga pertikaian warga Kampung Ambon, yang diidentikkan memiliki kaitan dengan John Key.


    >