Tren Isu Pemberitaan Dwi Minggu Kedua April 2012

Post Date :2012-04-30 19:16:53

Berdasarkan data statistik di atas, diketahui bahwa pemberitaan media massa didominasi oleh isu-isu seputar politik keamanan. Beberapa peristiwa yang memicu ketegangan sosial, menjadi headline utama di beberapa media baik cetak maupun online. Penembakan TKI di Malaysia serta perseteruan TNI-Polri di Gorontalo, muncul sebagai salah satu topik utama, bersanding dengan isu-isu ekonomi politik lainnya.

Berikut akan disampaikan materi pemberitaan beberapa headline media massa nasional :

1)     Pencurian Organ TKI

Tewasnya tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat, memicu kemarahan di sebagian kalangan masyarakat. Apalagi, kasus meninggalnya tiga TKI tersebut  juga diwarnai dengan dugaan terjadinya praktek pencurian organ tubuh. Hal ini kembali memanaskan hubungan antara kedua negara, meski pada akhirnya pemerintah lebih mengedepankan upaya diplomasi secara damai.

Media kembali menyoroti lemahnya perlindungan negara terhadap kehadiran buruh migran, yang tersebar di beberapa negara di Asia. Meskipun berdasarkan hasil otopsi tidak ditemukan adanya organ tubuh yang hilang, namun permasalahan ini terlanjur menjadi polemik dan mencederai rasa nasionalisme masyarakat.

2)     Pembatasan BBM Bersubsidi

Kegaduhan di balik rencana pembatasan BBM yang dilakukan pemerintah, semakin menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Ketidakpastian mengenai realisasi kebijakan tersebut, kembali menjadi isu sensitif yang menyudutkan eksistensi pemerintah. Media mengeksploitasi sikap kritis beberapa kalangan, yang kecewa terhadap inkonsistensi pemerintah, dalam menetapkan kebijakan tata kelola migas nasional.

Pengumuman pembatasan BBM, yang direncanakan akan disampaikan oleh Presiden pada 24 April yang lalu, kembali harus tertunda. Para kritikus menganjurkan agar pemerintah menghapuskan opsi pembatasan, dan fokus pada upaya perbaikan jangka panjang seperti konversi BBG serta pengembangan energi alternatif.

3)     Konflik TNI-Polri di Gorontalo

Baku tembak antara beberapa oknum Kostrad dan anggota Brimob di Gorontalo, semakin menegaskan adanya ketidakharmonisan di kalangan aparat keamanan. Hal ini kembali mencederai citra institusi penegak hukum, setelah beberapa saat yang lalu, banyak diberitakan terlibat dalam serangkaian aksi premanisme di ibukota.

Dalam perspektif media, rasa keamanan masyarakat kembali ternodai, akibat perseteruan berkepanjangan antar kedua institusi tersebut. Bahkan diperkirakan perseteruan ini akan menyulut konflik di masa yang akan datang, meskipun para petinggi TNI dan Polri telah menyepakati nota perdamaian. Disparitas kesejahteraan dan arogansi institusional, disinyalir merupakan akar persoalan di balik berbagai konflik antar penegak hukum yang selama ini sering terjadi.

4)     Kontroversi Pencapresan Ical

Perpecahan di tubuh Partai Golkar semakin memanas, pasca mencuatnya pembangkangan dari DPD II Banda Aceh, atas Pencapresan Aburizal Bakrie. Muntasir Hamid sebagai Ketua DPD II Banda Aceh, bahkan mendorong wacana penyelenggaraan Munaslub untuk melengserkan Ical, apabila yang bersangkutan bersikukuh mendeklarasikan diri sebagai capres tunggal Partai Golkar.

Media juga menyoroti perseteruan antara Ical dan Akbar Tanjung yang belakangan ini terus meruncing. Konflik antara Ical dan DPD II, juga disinyalir sebagai ekses dari perseteruan antar para elit politisi Golkar. Arogansi dan kekuasaan yang dimiliki Ical, dikhawatirkan dapat mengikis nilai-nilai organisasi dan budaya demokrasi yang telah dibangun dalam tubuh partai.

5)     Lanjutan Kasus Angelina Sondakh

Setelah sempat lama terabaikan, penanganan kasus hukum yang menjerat Angelina Sondakh, kembali memasuki babak baru. KPK akhirnya resmi menahan Angie, sejak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap wisma atlet beberapa waktu yang lalu. Bahkan dalam penyelidikan terakhir, Angie juga disebut terlibat dalam korupsi pengadaan infrastruktur di Kemendikbud. Angie diduga terlibat dalam manipulasi anggaran proyek pembangunan sarana prasarana di empat perguruan tinggi nasional.



>